Lama Tertunda, AS-Afganistan Teken Kesepakatan Keamanan

Kompas.com - 30/09/2014, 22:11 WIB
Penasihan keamanan Afganistan Hanif Atmar (kanan) berjabat tangan dengan Dubes AS untuk Afganistan James Cunningham setelah menandatangani pakta keamanan AS-Afganistan yang sempat tertunda di saat-saat terakhir masa pemerintahan Presiden Hamid Karzai. SHAH MARAI / AFPPenasihan keamanan Afganistan Hanif Atmar (kanan) berjabat tangan dengan Dubes AS untuk Afganistan James Cunningham setelah menandatangani pakta keamanan AS-Afganistan yang sempat tertunda di saat-saat terakhir masa pemerintahan Presiden Hamid Karzai.
EditorErvan Hardoko

KABUL, KOMPAS.com — Pemerintah baru Afganistan, Selasa (30/9/2014), menandatangani kesepakatan keamanan dengan Amerika Serikat yang memungkinkan pasukan AS tetap di negara tersebut melebihi tahun 2014.

Kesepakatan pertahanan ini ditandatangani penasihat keamanan nasional Afganistan yang baru saja ditunjuk, Hanif Atmar.

Presiden sebelumnya, Hamid Karzai, menolak menandatangani kesepakatan keamanan bilateral (BSA) dengan AS sehingga membuat hubungan kedua negara sempat tegang dan meningkatkan kekhawatiran keamanan.

Sebagian besar pasukan NATO akan ditarik pada tahun ini sehingga hanya menyisakan 9.800 personel pasukan AS di Afganistan.

Jumlah keseluruhan pasukan dalam misi pimpinan AS pada permulaan tahun depan menjadi sekitar 12.500 orang karena, selain AS, terdapat juga sekutu mereka, seperti dari Jerman dan Italia.

Duta Besar AS untuk Kabul, Jim Cunningham, menandatangani kesepakatan yang cukup lama tertunda untuk mewakili pemerintah Washington.

BSA mengizinkan sejumlah pasukan khusus asing tetap berada di Afganistan untuk melakukan "operasi mengatasi terorisme", di samping mendukung dan melatih pasukan Afganistan.

Berdasarkan kesepakatan terpisah NATO yang juga ditandatangani pada hari yang sama, sejumlah negara, yang dipimpin Jerman, Turki, dan Italia, akan menyumbangkan sekitar 3.000 personel.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X