Kritik Ibadah Haji, Seorang Menteri Banglades Dipecat

Kompas.com - 30/09/2014, 21:58 WIB
Manusia menyemut melakukan tawaf mengelilingi Kakbah, bangunan suci di Masjidil Haram, di Kota Mekkah, Arab Saudi, bagian dari kegiatan haji, 8 Oktober 2013. Lebih dari dua juta muslim tiba di kota suci ini untuk ibadah haji tahunan. AFP PHOTO / FAYEZ NURELDINEManusia menyemut melakukan tawaf mengelilingi Kakbah, bangunan suci di Masjidil Haram, di Kota Mekkah, Arab Saudi, bagian dari kegiatan haji, 8 Oktober 2013. Lebih dari dua juta muslim tiba di kota suci ini untuk ibadah haji tahunan.
EditorErvan Hardoko
DHAKA, KOMPAS.com - Pemerintah Banglades, Selasa (30/9/2014), memecat seorang menteri setelah mengkritik pelaksanaan ibadah haji yang memicu protes golongan Islam garis keras yang menuntut pemerintah agar memecat sang menteri dalam 24 jam.

Menteri Telekomunikasi Abdul Latif Siddique, yang tengah berada di New York mendampingi PM Sheikh Hasina, membuat pernyataan kontroversial yang disiarkan stasiun televisi Banglades.

"Dua orang pergi ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji. Haji adalah penghamburan sumber daya manusia. Mereka yang berhaji tidak memiliki produktivitas. Mereka menggerogoti ekonomi dan menghamburkan uang di luar negeri," ujar Siddique.

Komentar Siddigue itu langsung memicu protes kelompok Islam garis keras Hefajat-e-Islam. Para pemimpin organisasi ini menyebut Siddique sebagai "kafir" dan meminta pemerintah segera mencopotnya dalam 24 jam.

Seorang pejabat senior Banglades mengatakan Siddique akan segera dipecat namun dia tidak menjelaskan apakah pemecatan itu terkait permintaan Hefajat-e-Islami.

"Keputusan sudah diambil yaitu untuk memberhentikan Siddique dari kabinet," demikian pernyataan dari kantor perdana menteri.

Di New York, Siddique juga mengkritik pengaruh putra Hasina, Sajeeb Wazed Joy, yang menjadi penasihat teknologi perdana menteri. "Siapa Joy? Joy bukan anggota pemerintahan," kata Siddique.

Siddique juga mengecam organisasi massa Islam Tablig Jamaat. Setiap tahun jutaan pengikut organisasi ini berkumpul di luar kota Dhaka dalam ritual yang disebut pemerintah sebagai ritual Islam terbesar kedua setelah ibadah haji.

"Dua juta orang tidak melakukan pekerjaan apapun selain membuat kemacetan lalu lintas di seluruh negeri," kata Siddique.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Dampak Virus Corona, Cathay Pacific dan Singapore Airlines Liburkan Pegawainya Tanpa Dibayar

Internasional
Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X