Kompas.com - 28/09/2014, 10:27 WIB
Para karakter dalam film kartun SpongeBob SquarePants (kiri ke kanan): Plankton, Tuan Crab, Sandy, SpongeBob, Squidward, Patrick dan Garry. nickelodeonPara karakter dalam film kartun SpongeBob SquarePants (kiri ke kanan): Plankton, Tuan Crab, Sandy, SpongeBob, Squidward, Patrick dan Garry.
EditorErvan Hardoko
ASTANA, KOMPAS.com — Pemerintah Kazakhstan memerintahkan warganya untuk melarang anak-anak mereka menonton film kartun SpongeBob SquarePants karena menganggap film itu bisa merusak otak anak-anak negeri bekas Uni Soviet tersebut.

Kementerian Pendidikan Kazakhstan telah menyaksikan beberapa episode film itu dan meminta para orangtua agar tidak mengizinkan anak-anak mereka menyaksikan film tersebut.

Pemerintah Kazakhstan menilai karakter yang ada dalam film kartun itu menciptakan sebuah budaya holiganisme, kekerasan, dan bullying.

Ketua Komite Perlindungan Hak Anak Zabira Oraztalieva mengatakan, karakter-karakter dalam film itu memberikan dampak buruk terhadap pola pikir anak-anak.

"Perilaku buruk yang ditampilkan para karakter film merasuki pemikiran anak-anak dan memengaruhi perilaku anak-anak itu," ujar Oraztalieva.

Namun, Pemerintah Kazakhstan tidak memblokir siaran televisi asing yang menyiarkan kartun itu karena warga dengan mudah mengakses film ini dari YouTube atau media sosial lainnya.

Dengan demikian, menurut Oraztalieva, peranan dan tanggung jawab orangtua sangat penting dalam masalah ini. "Para orangtua Kazakhstan seharusnya tidak mengizinkan anak-anak mereka menonton kartun SpongeBob SquarePants," kata Oratzalieva.

"Kami menyaksikan bagaimana kartun ini memuat unsur-unsur kekerasan terhadap orang lain dan terlihat sangat menikmati aksi kekerasan tersebut. Ini akan berdampak buruk bagi anak-anak," tambah dia.

"Film ini memberikan ide kepada anak-anak bahwa perilaku seperti yang dilakukan karakter dalam film tersebut adalah sesuatu yang positif dan bisa ditiru," Oraztalieva menuturkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.