Kompas.com - 27/09/2014, 09:12 WIB
Para pelajar menggelar unjuk rasa di depan kantor pusat parlemen Hongkong, Jumat (26/9/2014), menentang penghapusan pemilu langsung untuk memilih penguasa wilayah otonomi khusus China ini. AFP PHOTO / BENJAMIN HAASPara pelajar menggelar unjuk rasa di depan kantor pusat parlemen Hongkong, Jumat (26/9/2014), menentang penghapusan pemilu langsung untuk memilih penguasa wilayah otonomi khusus China ini.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

HONGKONG, KOMPAS.com - Remaja itu baru berusia 17 tahun. Namun, dia telah memimpin ribuan pelajar yang sekarang sedang berunjuk rasa soal demokrasi di Hongkong.

Remaja itu adalah Joshua Wong. Dia memimpin demonstrasi menentang langkah Beijing meniadakan pemilu langsung untuk memilih penguasa wilayah otonomi khusus Hongkong pada 2017.

"Masa depan Hongkong adalah milikmu, kamu, dan kamu," teriak remaja yang memakai kaca mata berbingkai warna gelap dan berambut potongan mangkok tersebut sebelum polisi menyeretnya, Jumat (26/9/2014).

Aksi Wong membuatnya dibekuk polisi, yang menyeret dan menendang Wong di teman para pelajar. Darah terlihat mengalir dari lengan Wong. Para pengunjuk rasa pun menggerung dan berupaya menyelamatkan Wong.

Unjuk rasa pelajar ini bukan kali pertama bagi Wong berurusan dengan polisi, gerakan pelajar, dan kebijakan. Dia juga sudah pernah mendapatkan kemenangan besar menentang kekuasaan Beijing, negara yang saat ini berkuasa atas Hongkong setelah Inggris mengembalikan wilayah itu ke Beijing pada 1997.

Wong masih berusia 15 tahun, ketika dia bisa memaksa pemerintah otonom Hongkong mengurungkan rencana membangun skema pendidikan nasional pro-Tiongkok. Saat itu, dia memobilisasi 120.000 pengunjuk rasa.

"Saya rasa dia memahami realita politik Hongkong, tetapi dia juga memahami psikologi gerakan atau kelompok protes," kata Matthew Torne, pembuat film asal Inggris yang mengabadikan aksi Wong dalam film dokumenter tentang protes edukasi nasional di tanah koloni bekas jajahan Inggris tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wong menghiasi halaman depan surat kabar nasional setempat selama beberapa hari, meski tak semuanya menyanjung tindakannya pada saat itu. Sebuah surat kabar pro-Beijing Wen Wei Po, misalnya, memberitakan Wong sehalaman penuh tetapi sekaligus menderetkan tuduhan untuk remaja ini.

Koran itu menuduh Wong punya hubungan dekat dengan Amerika Serikat dan CIA. Wong dituduh pula telah mempengaruhi sekolah-sekolah di Hongkong. Semua tuduhan itu sudah disangkal.

Kemampuan Wong dan para pelajar Hongkong menggerakkan ribuan orang untuk berjuang demi demokrasi telah meningkatkan dukungan terhadap mereka. Mereka telah mengendalikan gerakan pembangkangan sipil kota itu.

Para pelajar ini berencana menggelar aksi yang lebih besar pada 1 Oktober 2014, dengan berencana menduduki pusat pemerintahan. Mereka ingin aksi tersebut menjadi satu dari gerakan protes paling mengganggu abad ini yang terjadi di daerah pusat keuangan Asia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.