Perempuan Pertama Pilot Tempur UEA Pimpin Serangan terhadap ISIS

Kompas.com - 26/09/2014, 14:18 WIB
Mayor Mariam Al Mansouri, perempuan pertama yang menjadi pilot pesawat tempur Uni Emirat Arab (UEA) CNNMayor Mariam Al Mansouri, perempuan pertama yang menjadi pilot pesawat tempur Uni Emirat Arab (UEA)
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.COM - Mayor Mariam Al Mansouri mungkin menjadi mimpi terburuk ISIS. Perempuan pertama yang menjadi pilot jet tempur di Uni Emirat Arab (UEA) itu memimpin misi serangan terhadap kelompok teror itu pada pekan ini, kata duta negara itu untuk Amerika Serikat (AS), Yousef Al Otaiba, Kamis (25/9/2014).

"Dia sangat memenuhi syarat, sangat terlatih, siap tempur, dan dia memimpin misi itu," kata Al Otaiba di acara "Morning Joe" MSNBC.

UEA telah bergabung dengan Amerika Serikat dan sejumlah negara Arab lainnya dalam melakukan serangan udara terhadap ISIS di Suriah.

Pada musim panas ini, ISIS telah mendeklarasikan pembentukan sebuah "khilafah," sebuah negara Islam yang membentang di wilayah yang telah ditaklukkannya. Kelompok itu menerapkan aturan ketat untuk perempuan. Mereka mengecam setiap pelanggaran, seperti berpakaian yang tidak sepenuhnya menutup seluruh tubuh.

Al Otaiba mengatakan, perang melawan ISIS pada dasarnya bermuara pada pertanyaan tentang jenis masyarakat yang orang inginkan. "Sangat penting bagi kami,  orang-orang Arab yang moderat, kaum Muslim yang moderat, untuk maju dan mengatakan ini merupakan ancaman terhadap kami.  Hal ini lebih menjadi sebuah ancaman terhadap kami daripada terhadap anda. Ini bukan hanya ancaman bagi negara kami. Ini adalah ancaman bagi cara hidup kami," kata duta besar itu kepada MSNBC.

Kepada CNN pada awal tahun ini, Al Mansouri mengatakan bahwa dia sudah ingin menjadi pilot pesawat tempur sejak lulus SMA, tetapi harus menunggu sampai perempuan diperbolehkan. "Pada saat itu, pintu-pintu tidak terbuka bagi perempuan untuk menjadi pilot. Jadi saya harus menunggu hampir 10 tahun sampai keputusan itu akhirnya diambil," kata Al Mansouri.

Dia menekankan, tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan ketika berkaitan dengan membela negara mereka. "Kami berada di daerah bergolak sehingga kami harus menyiapkan setiap warga negara," kata Al Mansouri. "Tentu saja, semua orang bertanggung jawab untuk membela negara mereka, laki-laki atau perempuan. Ketika waktunya tiba, semua orang akan terlibat."



Sumber CNN
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X