Kompas.com - 22/09/2014, 02:09 WIB
Pendukung Ashraf Ghani merayakan terpilihnya mantan menteri keuangan Afghanistan ini sebagai presiden, Minggu (21/9/2014). AFP PHOTO / WAKIL KOHSARPendukung Ashraf Ghani merayakan terpilihnya mantan menteri keuangan Afghanistan ini sebagai presiden, Minggu (21/9/2014).
EditorPalupi Annisa Auliani

KABUL, KOMPAS.com - Mantan menteri keuangan Afghanistan, Ashraf Ghani, terpilih menjadi presiden baru negara itu, Minggu (21/9/2014). Dia terpilih setelah bersedia menandatangani kesepakatan berbagi kekuasaan dengan lawan politiknya, mengakhiri gejolak politik berbulan-bulan di Afghanistan.

"Komisi Pemilu Independen Afghanistan menyatakan Dr Ashraf Ghani Ahmadzai sebagai presiden Afghanistan," kata kepala komisi Ahmad Yousuf Nuristani, Minggu. Tanda tangan kesepakatan yang mengakhiri proses panjang transisi pemerintahan Afghanistan ini ditandatangani Ghani dan Abdullah Abdullah, mantan menteri luar negeri yang merasa telah dicurangi dalam proses ini.

Dalam pernyataannya, Nuristani mengakui ada kelemahan dalam proses pemilihan presiden baru Afghanistan yang digelar pada 14 Juni 2014. Dia pun mengatakan audit yang diawai oleh PBB juga tak cukup untuk menghilangkan semua kecurangan.

"Meskipun audit itu komprehensif ... (audit) tidak bisa mendeteksi atau membuang kecurangan sepenuhnya," kata Nuristani dan menolak pertanyaan lebih lanjut yang diajukan wartawan.

Berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada Minggu itu, Ghani akan berbagi kekuasaan sebagai CEO, sebagaimana usul Abdullah. Mereka akan berbagi kontrol dalam memimpin lembaga kunci seperti militer dan dalam pengambilan keputusan eksekutif lainnya.

Tantangan yang dihadapi pemimpin baru Afghanistan adalah separatis bersenjata dan penerimaan pajak yang rendah untuk mengongkosi negara itu. Afghanistan juga bakal berhadapan dengan kesulitan ekonomi seiring segera berakhirnya program bantuan internasional bersamaan dengan penarikan pasukan koalisi pimpinan NATO pada akhir tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.