Kompas.com - 18/09/2014, 22:43 WIB
Pekerja bantuan Inggris, David Haines (kiri) sebelum dibunuh militan ISIS. AS dan Inggris menolak membayar uang tebusan kepada militan. AFPPekerja bantuan Inggris, David Haines (kiri) sebelum dibunuh militan ISIS. AS dan Inggris menolak membayar uang tebusan kepada militan.
EditorErvan Hardoko

BAGHDAD, KOMPAS.com — Video yang baru diluncurkan menunjukkan seorang sandera Inggris yang diyakini disandera Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Sandera yang ada dalam video itu bukan Alan Henning, pekerja sosial Inggris yang diculik dan diancam akan dibunuh.

Sejauh ini, ISIS telah membunuh tiga sandera—seorang warga Inggris dan dua warga Amerika—dan mengancam akan membunuh Henning. Pria berusia 47 tahun itu muncul pada pengujung video pemenggalan warga Inggris lain, David Haines, yang dirilis akhir pekan lalu.

Dalam video yang baru dirilis pada Kamis (18/9/2014), seorang pria Inggris mengenakan baju warna oranye berbicara sambil menghadap kamera. Dalam pernyataan yang disusun secara tertulis, warga Inggris itu mengakui dia adalah tawanan dan hidupnya terancam.

Tayangan itu berbeda dari video sebelumnya dan tidak menampilkan proses pemenggalan. Juga tidak terlihat anggota kelompok militan itu dalam video yang diberi judul "Pinjamkan Saya Telinga Anda" dan ditujukan untuk publik Barat.

Tawanan Inggris itu mengatakan, dia dan terhadap sandera lainnya diabaikan Pemerintah Amerika Serikat dan Inggris. Dia mempertanyakan mengapa dua negara ini sangat ingin terlibat dalam perang baru di Irak.

Sandera itu juga mengatakan pemerintah negara-negara Eropa telah berunding untuk pembebasan tawanan dari negara itu. Namun, Inggris dan Amerika mengambil sikap berbeda.

Lebih jauh, sandera itu mengatakan, video tersebut adalah yang pertama dari serangkaian video yang ia sebut sebagai program untuk menerangkan filosofi ISIS. Dari komentar dalam video itu, disimpulkan video itu dibuat tahun ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.