MA Banglades Ubah Hukuman untuk Ketua Partai Islam

Kompas.com - 17/09/2014, 19:24 WIB
Delwar Hossain Sayeedi dinyatakan bersalah membantu tentara Pakistan menjarah rumah warga Hindu dalam perang tahun 1971. BBCDelwar Hossain Sayeedi dinyatakan bersalah membantu tentara Pakistan menjarah rumah warga Hindu dalam perang tahun 1971.
EditorErvan Hardoko

DHAKA, KOMPAS.com - Mahkamah Agung Banglades, Rabu (17/9/2014), meringankan hukuman mati atas pimpinan partai Jamaat-e-Islami Delwar Hossain Sayeedi, menjadi hukuman seumur hidup.

Hukuman mati atas Sayeedi, pemimpin Partai Jamaat-e-Islami, tahun lalu memicu rangkaian protes yang menewaskan lebih dari 100 orang. Jaksa Agung, Mahbubey Alam, mengatakan kepada para wartawan bahwa pengadilan memutuskan dia seharusnya menghabiskan masa hidupnya di penjara.

Keamanan ditingkatkan menjelang pembacaan keputusan Mahkamah Agung ini, dengan pengerahan ribuan polisi, satuan khusus, sementara polisi bersenjata ditempatkan di beberapa kota besar.

Sebelumnya, Sayeedi dinyatakan bersalah membunuh dua orang pria di Pirojpur, Banglades selatan tahun 1971.


Dia juga diputus bersalah membantu tentara Pakistan menculik dan memperkosa tiga perempuan, menyiksa, menjarah, dan membakar rumah-rumah warga Hindu serta memaksa mereka berganti agama menjadi Islam, seperti dilaporkan koran The Daily Star.

Sayeedi merupakan salah satu penceramah Islam yang popupler di Banglades, yang menarik ribuan orang datang ke ceramah-ceramahnya ketika dia masih aktif. Hukuman mati atas Sayeedi, pemimpin Partai Jamaat-e-Islami, tahun lalu memicu rangkaian protes yang menewaskan lebih dari 100 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X