Dugaan Adanya Pembiayaan untuk ISIS, Qatar Menerbitkan Undang-Undang Amal

Kompas.com - 17/09/2014, 03:12 WIB
Sheikh Tamim (kiri) dann Sheikh Hamad (kanan). Gambar diambil pada 2003 Sheikh Tamim (kiri) dann Sheikh Hamad (kanan). Gambar diambil pada 2003
|
EditorFidel Ali Permana


DOHA, KOMPAS.com - Pemerintah Qatar menerbitkan Undang Undang baru yang mengatur tentang penyaluran uang amal di negara Teluk sekitar Qatar. Hal tersebut dilakukan dalam rangka perhatian dari negara-negara Barat tentang adanya dugaan jaringan yang mengatur pembiayaan atau pendanaan untuk pasukan ISIS.

Media setempat di Qatar menyebutkkan bahwa salah satu penguasa Qatar, Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, telah menyetujui Undang Undang tersebut, Senin (15/9/2014). Isi dari regulasi itu salah satunya bertujuan mengatur organisasi amal yang aktivitasnya bersinggungan dengan politik. Selain itu, juga diatur tentang aliran uang amal yang ditujukan untuk dikirim ke luar negeri dan aliran yang masuk di dalam negeri.

Media di sana juga menyebutkan bahwa bagi organisasi atau badan amal yang melanggar regulasi tersebut, dapat dikenakan sanksi ditutup atau diberhentikan. Selain itu, bagi pelanggar akan dihukum hukuman kurungan tiga tahun penjara dan denda 100.000 Riyal Qatar atau setara dengan 27.464 US Dollar.

Amerika Serikat tengah memfokuskan diri pada aliran dana yang diketahui berasal dari negara-negara Arab untuk ISIS. Amerika juga mengimbau agar tiap negara di Timur Tengah dapat memperketat peraturan dalam transaksi tunai di masyarakat.

Qatar sendiri sempat menerima berbagai kritikan karena negara-negara Teluk di dekat mereka diketahui menggunakan kekayaan hidrokarbon untuk mendukung gerakan ISIS di berbagai wilayah. Selain itu, bulan lalu, Menteri Pembangunan Jerman Gerd Mueller menggugat Qatar dengan dugaan membiayai negara-negara Islam ekstrimis seperti ISIS. Minggu lalu pun, sejumlah 10 negara Arab termasuk Qatar telah sepakat untuk menghentikan aliran dana ke negara-negara Islam ekstrimis.



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X