Eks Nazi Berusia 93 Tahun Didakwa Membunuh 300.000 Orang di Auschwitz

Kompas.com - 16/09/2014, 20:18 WIB
Auschwitz-Birkenau adalah kamp Nazi terbesar di Polandia bbcAuschwitz-Birkenau adalah kamp Nazi terbesar di Polandia
EditorErvan Hardoko
BERLIN, KOMPAS.com — Seorang mantan anggota pasukan Nazi, Wafen-SS, berusia 93 tahun, didakwa membunuh sedikitnya 300.000 orang tawanan Yahudi selama masa tugasnya di kamp konsentrasi Auschwitz.

Dakwaan ini terkait dengan sekitar 425.000 orang yang dideportasi ke kamp yang berada di Polandia antara Mei-Juli 1944, di mana 300.000 orang di antaranya dibunuh di kamar-kamar gas.

Mantan anggota Nazi ini didakwa membantu memindahkan barang-barang bawaan korban sehingga tidak dilihat oleh para tahanan yang baru datang. Demikian dinyatakan jaksa penuntut di kota Hanover, Jerman.

"Jejak-jejak pembunuhan massal terhadap tahanan kamp konsentrasi dihapus sehingga tidak terlihat tahanan yang baru datang," kata jaksa.

Peran utama terdakwa adalah menghitung uang kertas yang dikumpulkan dari koper-koper tahanan dan memberikan uang itu kepada petinggi SS di Berlin.

Jaksa melanjutkan menyadari para tahanan yang didominasi orang Yahudi itu tak memenuhi syarat untuk melakukan kerja fisik akan langsung dibunuh di kamar gas begitu mereka tiba di Auschwitz.

Setelah mendengarkan penuturan jaksa, pengadilan regional kini harus memutuskan apakah kasus ini akan secara resmi disidangkan.

Badan investigasi kejahatan Nazi tahun lalu mengirimkan dokumen 30 mantan personel kamp konsentrasi Auschwitz kepada jaksa negara dengan rekomendasi menjatuhkan dakwaan hukum kepada mereka.

Upaya baru untuk menyeret para pelaku pembunuhan massal dalam Perang Dunia II ke meja hijau menyusul keputusan pengadilan pada 2011. Selama lebih dari 60 tahun pengadilan-pengadilan Jerman hanya mendakwa para penjahat perang Nazi jika terdapat bukti kuat bahwa mereka secara pribadi terlibat dalam kejahatan itu.

Namun, pada 2011, sebuah pengadilan di Muenchen menjatuhkan hukuman lima tahun penjara untuk John Demjanjuk karena terlibat dalam pembunuhan tahanan Yahudi di kamp konsentrasi Sobibor.

Saat itu, Demjanjuk hanya bertugas sebagai seorang penjaga biasa sehingga putusan pengadilan ini menjadi preseden bahwa semua prajurit biasa Nazi biasa diadili untuk kejahatan perang.

Lebih dari satu juta orang, sebagian besar warga Yahudi Eropa, tewas di kamp Auschwitz-Birkenau yang dioperasikan Nazi dari 1940 hingga dibebaskan pasukan Rusia pada 27 Januari 1945.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X