Kompas.com - 14/09/2014, 04:01 WIB
EditorErvan Hardoko
BEIRUT, KOMPAS.com — Kepolisian Lebanon menahan seorang pria yang mengunggah video "olok-olok" ke situs YouTube tentang seorang pria yang mengancam akan memenggal tiga anak-anak pengungsi Suriah yang dijaganya.

Video itu, yang diunggah ke YouTube pada Jumat (12/9/2014), menampilkan tiga anak-anak yang menangis ketakutan ketika seorang pria yang berdiri di belakang kamera melambai-lambaikan sebilah pisau. "Siapa yang akan dipenggal terlebih dahulu," kata pria itu sambil mengayunkan pisaunya.

Anak-anak itu sangat ketakutan lalu menangis dan saling menunjuk satu sama lain. Seorang petugas kepolisian, Sabtu (13/9/2014), mengatakan, video itu adalah sebuah "gurauan buruk". Ibu ketiga anak itu tengah bekerja dan menitipkan anak-anak tersebut kepada pria yang adalah tetangganya.

"Divisi intelijen dari Pasukan Keamanan Dalam Negeri telah menahan pria yang membuat video itu," kata sang polisi sambil menambahkan bahwa video tersebut dibuat di provinsi Nabatiyeh, wilayah selatan Lebanon.

Polisi juga sempat menahan ibu ketiga anak tersebut yang mengatakan dia tertawa melihat kejadian yang menimpa anak-anaknya itu. Polisi kemudian melepaskan perempuan itu setelah dia berjanji akan memperlakukan anak-anaknya lebih baik.

"Pada akhir rekaman video itu, sang ibu pulang dari bekerja dan mengatakan dia senang dengan rekaman itu dan meminta tetangganya mengirimkan videonya," tambah polisi.

Meski menggambarkan kejadian itu sebagai sebuah "insiden lokal", kepolisian tak menyangkal bahwa video itu merupakan imbas dari perang Suriah terhadap warga Lebanon.

Lebanon saat ini menampung 1,1 juta pengungsi Suriah. Konflik terkait perang Suriah kerap terjadi di negeri kecil itu.

Bulan lalu, kelompok militan Suriah menculik sejumlah tentara dan polisi Lebanon setelah terlibat baku tembak di sebuah kota perbatasan. Kelompok militan Suriah itu sudah memenggal dua prajurit Lebanon dan menyebarkan foto-foto jasad para prajurit itu di dunia maya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.