Hamas: Mahmoud Abbas Coba Hancurkan Rekonsiliasi

Kompas.com - 08/09/2014, 19:40 WIB
PM Hamas, Ismail Haniya (tengah) diapit delegasi PLO dari Tepi Barat, saat mengumumkan kesepakatan Hamas dan Fatah membentuk pemerintahan bersama sebelum menggelar pemilu dalam tujuh bulan. SAID KHATIB / AFPPM Hamas, Ismail Haniya (tengah) diapit delegasi PLO dari Tepi Barat, saat mengumumkan kesepakatan Hamas dan Fatah membentuk pemerintahan bersama sebelum menggelar pemilu dalam tujuh bulan.
EditorErvan Hardoko
GAZA CITY, KOMPAS.com - Kelompok Hamas, Senin (8/9/2014), menuding Presiden Palestina Mahmoud Abbas mencoba merusak kesepakatan rekonsiliasi rapuh antara Fatah dan Hamas.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden Abbas menuding Hamas menjalankan "pemerintahan bayangan" di Jalur Gaza.

Akhir pekan lalu, Presiden Abbas mengancam akan mengakhiri kesepakatan rekonsiliasi dengan Hamas terkait kendali organisasi itu atas Jalur Gaza.

Namun, pernyataan Abbas itu memicu kemarahan dari Hamas. Juru bicara Fawzi Bahrum justru balik menuding Abbas mencoba menghancurkan rekonsiliasi dan mengembalikan "permainan" kepada AS dan Israel.


Hamas secara paksa mengambil alih kekuasaan di Jalur Gaza pada 2007, dibarengi pengusiran terhadap kelompok yang loyal terhadap Abbas dan memicu perpecahan dengan Fatah.

Perseteruan itu berlangsung bertahun-tahun hingga kedua pihak menandatangani sebuah kesepakatan rekonsiliasi pada April lalu.

Kesepakatan itu kemudian menciptakan formasi pemerintahan nasional, yang mulai bekerja pada 2 Juni, menyusul turunnya pemerintahan Hamas.

Kini hanya dua pekan setelah berakhirnya konflik Israel-Hamas selama 50 hari, perpecahan antara dua faksi Palestina itu kembali mencuat.

Padahal, selama konflik itu Hamas dan Fatah membentuk sebuah front bersama, bekerja bersama untuk melakukan perundingan tak langsung dengan Israel di Kairo yang berujung pada gencatan senjata yang disepakati pada 26 Agustus lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X