Survei: ISIS Gunakan Persenjataan Buatan AS

Kompas.com - 08/09/2014, 15:41 WIB
Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kini menguasai wilayah yang cukup luas di Irak utara dan Suriah timur laut. BBCNegara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kini menguasai wilayah yang cukup luas di Irak utara dan Suriah timur laut.
EditorErvan Hardoko
LONDON, KOMPAS.com — Sebuah survei, Senin (9/9/2014), menunjukkan, para pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menggunakan senjata buatan AS dan persenjataan yang dipasok Arab Saudi untuk pasukan pemberontak Suriah.

Studi yang dilakukan organisasi Conflict Armament Research, sebuah lembaga yang meneliti soal persenjataan, yang berbasis di London, ini mendokumentasikan persenjataan ISIS yang direbut pasukan Kurdi di Irak dan Suriah pada Juli lalu.

Penelitian ini juga menunjukkan, ISIS menyimpan berbagai jenis persenjataan buatan AS dalam jumlah yang signifikan, termasuk senapan serbu M-16. Dalam berbagai foto, persenjataan yang direbut dari ISIS itu selalu memiliki tanda "Properti Pemerintah AS".

Organisasi ini juga menemukan bahwa roket-roket anti-tank yang digunakan ISIS di Suriah sama dengan roket M79 buatan Yugoslavia yang dipasok Arab Saudi untuk pasukan pemberontak Suriah yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Suriah pada 2013.

ISIS diyakini berhasil merebut persenjataan dalam jumlah besar dari instalasi militer Suriah yang berhasil mereka rebut, termasuk pasokan senjata AS untuk tentara Irak setelah ISIS melakukan serangan kilat di wilayah utara Irak pada Juni lalu.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X