Kompas.com - 08/09/2014, 08:27 WIB
Vaksin eksperimen Ebola yang diujicoba pada monyet menghasilkan daya tahan terhadap virus mematikan tersebu ReutersVaksin eksperimen Ebola yang diujicoba pada monyet menghasilkan daya tahan terhadap virus mematikan tersebu
EditorEgidius Patnistik
KOMPAS.COM - Beberapa penelitian baru menunjukkan bahwa vaksin eksperimen Ebola yang kini sedang diujicobakan pada monyet, bisa bekerja dalam lima minggu hingga 10 bulan ke depan jika diberikan bersama-sama dengan suntikan penambah daya tahan tubuh.

Dalam penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Nature Medicine hari Minggu (7/9/2014), tim peneliti dari National Institutes of Health (NIH) Amerika mengatakan serangkaian vaksin eksperimen itu menghasilkan daya tahan terhadap virus mematikan tersebut.

Tim peneliti itu mengatakan satu dosis vaksin melindungi empat monyet yang diuji ketika keempatnya terinfeksi Ebola lima pekan kemudian. Tim peneliti itu mengatakan dua dari empat monyet itu terlindungi ketika terinfeksi virus itu 10 bulan setelah vaksinasi.

Namun dalam uji-coba terhadap sekelompok monyet berbeda, para ilmuwan mengatakan suntikan penambah daya tahan tubuh yang diberikan dua bulan setelah vaksin awal, menambah perlindungan bagi seluruh monyet yang telah divaksin hingga 10 bulan ke depan.

Vaksin yang diuji-coba oleh NIH itu serupa dengan yang sedang dikembangkan oleh pabrik obat GlaxoSmithKline.

Presiden Obama mengatakan militer Amerika akan membantu upaya melawan virus Ebola yang telah menewaskan lebih dari dua ribu orang di Afrika Barat.

Berbicara dalam program “Meet The Press” stasiun televisi NBC, Presiden Obama mengatakan aset-aset militer Amerika dibutuhkan untuk mendirikan unit-unit isolasi, menyediakan peralatan dan keamanan bagi petugas kesehatan internasional. Ditambahkannya, Amerika perlu menjadikan upaya menangani wabah Ebola sebagai prioritas keamanan nasional.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden Obama mengingatkan masih dibutuhkan waktu beberapa bulan untuk bisa mengatasi wabah tersebut dan jika upaya itu tidak dilakukan sekarang maka wabah tersebut mungkin akan merebak ke seluruh Afrika dan dunia.

Kelompok kemanusiaan “Doctors Without Borders” mengecam langkah tersebut dengan mengatakan, langkah itu bisa membuat orang menyembunyikan penyakit mereka. Para ahli telah berulangklai mengatakan karantina dan penutupan perbatasan tidak membantu untuk mengatasi merebaknya Ebola. Mereka merekomendasikan pemindaian dan perawatan segera bagi orang yang diduga tertular Ebola.

Juru bicara pemerintah Sierra Leone hari Sabtu mengatakan warga tidak diijinkan meninggalkan rumah mereka mulai tanggal 18 – 21 September.

Kebijakan “lockdown” yang diberlakukan di Monrovia – Liberia sebelumnya sempat memicu kerusuhan.

Ebola telah merebak di Liberia, Guinea, Sierra Leone dan Nigeria sejak Maret lalu.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X