Kompas.com - 05/09/2014, 22:12 WIB
Perdana Menteri Inggris, David Cameron. Leon Neal / AFPPerdana Menteri Inggris, David Cameron.
EditorErvan Hardoko
LONDON, KOMPAS.com — Perdana Menteri Inggris David Cameron, Jumat (5/9/2014), mengatakan, Inggris akan menyumbangkan 3.500 prajurit menjadi bagian dari pasukan gerak cepat NATO yang dirancang untuk menghadapi krisis Ukraina dan ISIS.

PM Cameron menambahkan, NATO harus menunjukkan bahawa pasal perjanjian aliansi yang menjamin keamanan bagi ke-28 negara anggota masih berlaku.

"Saat Rusia secara ilegal menginjak-injak Ukraina, kita harus memastikan seluruh anggota NATO akan menegakkan kewajibannya melindungi sesama anggota," kata Cameron pada hari kedua KTT NATO di Wales.

Untuk mengatasi ancaman Rusia itu, Cameron melanjutkan, NATO harus mampu bergerak cepat. Cameron berharap semua pemimpin negara anggota NATO akan menyepakati pembentukan pasukan gerak cepat yang akan ditempatkan di Polandia sehingga bisa digerakkan ke berbagai lokasi dalam waktu hanya 2-5 hari.

"Jika mereka (para pemimpin NATO) setuju maka Inggris akan menyumbangkan 3.500 prajuritnya," tambah Cameron.

Rencana pembentukan pasukan gerak cepat ini dilakukan untuk memastikan negara-negara bekas satelit Uni Soviet, seperti Polandia dan negara-negara Baltik, tidak terancam aksi Rusia di Ukraina.

Selain itu, pasukan gerak cepat ini juga untuk menunjukkan bahwa NATO sudah memiliki kesiapan menghadapi ancaman baru, terutama di Timur Tengah.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X