Kompas.com - 01/09/2014, 20:57 WIB
Pasukan pengawas gencatan senjata di Dataran Tinggi Golan (UNDOF) berkumpul dekat pintu perbatasan Quneitra yang memisahkan sisi Israel dan Suriah di dataran tinggi yang strategis ini. AHMAD GHARABLI / AFPPasukan pengawas gencatan senjata di Dataran Tinggi Golan (UNDOF) berkumpul dekat pintu perbatasan Quneitra yang memisahkan sisi Israel dan Suriah di dataran tinggi yang strategis ini.
EditorErvan Hardoko

MANILA, KOMPAS.com - Angkatan Bersenjata Filipina, Senin (1/9/2014), meminta agar komandan pasukan PBB di Dataran Tinggi Golan (UNDOF) diperiksa karena meminta pasukan Filipina menyerah kepada pemberontak Suriah yang mengepung dan menyerang kamp mereka.

Jenderal Gregorio Pio Catapang mengatakan, dia meminta agar ke-40 pasukan penjaga perdamaian asal Filipina tidak meletakkan senjata dan menolak perintah komandan UNDOF.

"Saya katakan kepada mereka untuk tidak mengikuti perintah karena itu (perintah menyerah) melanggar peraturan bahwa kami tidak akan pernah meletakkan senjata. Selain itu tak ada jaminan mereka akan aman setelah menyerah," ujar Jenderal Catapang.

"Posisi kami adalah, tidak akan membiarkan prajurit kami menjadi pion korban untuk menyelamatkan tentara Fiji. Mereka harus mencari jalan lain untuk menyelamatkan prajurit Fiji," tambah Catapang.

Pasukan Filipina itu bahkan melakukan aksi penyelamatan yang berani dari kepungan pemberontak Suriah pada akhir pekan lalu, sekaligus mengakhiri ketegangan selama beberapa hari.

Lebih jauh, Catapang menambahkan, investigasi akan memberi kesempatan bagi komandan UNDOF untuk menjelaskan perintahnya untuk menyerah. Sementara militer Filipina juga akan menjelaskan mengapa meminta para prajuritnya untuk menentang perintah.

Catapang bahkan meminta para perwira Filipina yang menduduki posisi kunci dalam misi UNDOF untuk mengundurkan diri karena adanya perbedaan pandangan tentang cara menangani krisis di Golan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah Filipina sudah menegaskan tidak akan mengirim kontingen baru untuk bergabung dengan UNDOF di saat masa tugas pasukan Filipina saat ini habis pada Oktober mendatang.

Penentangan ini menjadi pukulan baru bagi pasukan UNDOF setelah kini sering terancam dengan meningkatkan kekerasan di zona penyangga yang memisahkan Israel dan Suriah. Beberapa negara bahkan sudah menarik pasukannya setelah serangan pemberontak Suriah terus meningkat.

Sementara itu, 45 anggota pasukan Fiji yang menyerah pada pemberontah Suriah kini masih ditahan kelompok bersenjata yang berafiliasi kepada Al-Qaeda. Komandan pasukan UNDOF, yang mengawasi gencatan senjata di Golah, kini tengah mencoba melakukan pembicaraan dengan pemberontak Suriah untuk membebaskan para prajurit Fiji itu.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X