Butuh 20 Tahun untuk Membangun Kembali Jalur Gaza

Kompas.com - 31/08/2014, 05:21 WIB
Satu keluarga Palestina menikmati kopi di tengah reruntuhan kediaman mereka di Beit Hanun, Jalur Gaza. Setelah Hamas dan Israel sepakat menghentikan tembak menembak suasana di Jalur Gaza kembali tenang yang membuat warga berani kembali ke kediaman mereka, meski sebagian besar sudah menjadi reruntuhan. MOHAMMED ABED / AFPSatu keluarga Palestina menikmati kopi di tengah reruntuhan kediaman mereka di Beit Hanun, Jalur Gaza. Setelah Hamas dan Israel sepakat menghentikan tembak menembak suasana di Jalur Gaza kembali tenang yang membuat warga berani kembali ke kediaman mereka, meski sebagian besar sudah menjadi reruntuhan.
EditorErvan Hardoko
OSLO, KOMPAS.com - Untuk membangun kembali Jalur Gaza yang hancur akibat perang 50 hari antara Hamas dan Israel membutuhkan waktu setidaknya 20 tahun.

Demikianlah hasil penilaian yang dilakukan Shelter Cluster, sebuah organisasi lintas badan yang bekerja mendukung wilayah yang terkena bencana alam atau konflik mendapatkan kembali tempat berlindung yang layak.

Organisasi yang diketuai Dewan Urusan Pengungsi Norwegia dengan  partisipasi UNHCR dan Palang Merah Internasional (ICRC) ini menggarisbawahi betapa kompleksnya upaya membangun kembali Jalur Gaza.

Salah satu kendalanya adalah biaya yang sangat besar yang oleh sejumlah pejabat Palestina bisa mencapai angka 6 miliar dolar AS atau hampir Rp 70 triliun. Kendala lainnya adalah blokade yang diberlakukan Israel atas Jalur Gaza sejak Hamas menguasai wilayah kantung Palestina itu pada 2007.

Israel melarang impor bahan-bahan pembuat beton dan bahan bangunan lain ke Gaza, karena khawatir Hamas akan menggunakan bahan-bahan itu untuk membuat roket atau memperkuat serangan lintas perbatasan melewati terowongan bawah tanah.

Mesir dan Norwegia telah mencuatkan kemungkinan untuk menggelar konferensi negara-negara donor untuk Gaza bulan depan, namun sejauh ini belum ditentukan waktu pastinya.

Dalam laporan terakhirnya, Shelter Cluster mengatakan 17.000 unit rumah di Gaza hancur atau rusak berat akibat perang 50 hari itu. Sementara 5.000 unit rumah lainnya membutuhkan banyak perbaikan akibat kerusakan yang cukup signifikan.

Shelter Cluster menambahkan, kesimpulan soal pembangunan Gaza membutuhkan waktu 20 tahun diperoleh dari kapasitas perlintasan kargo Israel-Gaza yang hanya mampu menangani 100 truk pembawa material bangunan dalam sehari.

Sejauh ini belum diperoleh komentar dari pemerintah Israel yang bertanggung jawab atas pintu perlintasan kargo. Hingga kini belum terdengar rencana pemerintah Israel akan memperlonggar pembatasan masuknya berbagai barang ke Jalur Gaza.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X