Kompas.com - 29/08/2014, 10:31 WIB
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.COM - Presiden Barack Obama mengatakan, dia belum punya strategi untuk melancarkan serangan yang lebih luas terhadap kaum militan Negara Islam atau ISIS di Irak dan Suriah.

"Saya tidak ingin menempatkan kereta di depan kuda (melakukan kesalahan)," kata Obama di Gedung Putih, Kamis (28/8/2014) sore, sebelum menuju ke pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional-nya. "Kami belum memiliki strategi sama sekali."

Obama tetap pada posisi Gedung Putih bahwa saat ini fokus aksi militer adalah melindungi para personel Amerika Serikat dan meluncurkan serangan terhadap ISIS demi memperlancarkan bantuan kemanusiaan.

"Ketika kami lihat peluang yang memungkinkan kami, dengan resiko yang sangat rendah, membantu situasi kemanusiaan di sana, seperti yang kami lakukan di Gunung Sinjar, kami akan ambil kesempatan itu setelah berkonsultasi dengan Kongres," katanya. "Namun prioritas utama kami saat ini adalah memastikan bahwa rakyat kami aman dan melakukan penilaian yang efektif terkait kemampuan Irak dan Kurdi."

Obama menekankan kemampuan kekuatan militer AS serta batas-batas sebuah solusi politik yang langgeng yang bisa dicapai. "Seperti sudah saya katakan sebelumnya, saya kira saya mengatakannya dalam konferensi pers sebelumnya, militer kami merupakan yang terbaik di dunia," katanya. "Kami, kami bisa saja mengusir ISIS dan menjaga wilayah itu untuk sementara waktu. Namun kemudian segera setelah kami pergi, masalah yang sama kembali lagi."

Dia mengatakan, serangan yang lebih luas terhadap ISIS hanya bisa efektif jika serangan itu didukung oleh pemerintah Irak yang bersatu yang mendapat kepercayaan dari kelompok Sunni di dalam dan di luar negeri. "Ini harus menjadi peringatan bagi kalangan Sunni, Syiah, dan semua pihak, bahwa kelompok seperti ISIS itu sudah di luar batas, bahwa mereka tidak punya visi atau ideologi selain kekerasan dan kekacauan dan pembantaian terhadap orang tak berdosa," kata Obama.

"Dan sebagai konsekuensinya, kita semua harus bersatu, bahkan jika kita memiliki perbedaan pada sejumlah isu politik, demi memastikan bahwa mereka semua dibasmi."

Namun Omaba mengatakan, dirinya telah meminta Menteri Pertahanan Chuck Hagel dan Kepala Staf Gabungan untuk mengembangkan serangkain "opsi" bagi sebuah serangan yang lebih luas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber smh.com.au


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.