Butuh Rp 3,4 Triliun untuk Pulihkan Gaza

Kompas.com - 27/08/2014, 21:53 WIB
Satu keluarga Palestina menikmati kopi di tengah reruntuhan kediaman mereka di Beit Hanun, Jalur Gaza. Setelah Hamas dan Israel sepakat menghentikan tembak menembak suasana di Jalur Gaza kembali tenang yang membuat warga berani kembali ke kediaman mereka, meski sebagian besar sudah menjadi reruntuhan. MOHAMMED ABED / AFPSatu keluarga Palestina menikmati kopi di tengah reruntuhan kediaman mereka di Beit Hanun, Jalur Gaza. Setelah Hamas dan Israel sepakat menghentikan tembak menembak suasana di Jalur Gaza kembali tenang yang membuat warga berani kembali ke kediaman mereka, meski sebagian besar sudah menjadi reruntuhan.
EditorErvan Hardoko
GAZA CITY, KOMPAS.com — Saat pembicaraan untuk memantapkan gencatan senjata jangka panjang antara Israel dan Hamas masih berlanjut di Kairo, Mesir, rakyat Gaza memunguti puing-puing sisa konflik selama 50 hari yang menewaskan 2.200 orang itu.

Warga Gaza mulai meninggalkan kamp-kamp pengungsi dan tempat-tempat perlindungan PBB di tengah harapan gencatan senjata ini benar-benar bertahan. Namun, di sisi lain, banyak orang yang tak lagi memiliki rumah sebagai tujuan.

Lebih dari 20.000 rumah diperkirakan hancur dan tak bisa dihuni lagi akibat serangan udara Israel yang mengklaim bangunan yang dihancurkan itu digunakan Hamas untuk tujuan militer mereka.

Berdasarkan catatan PBB, lebih dari 300.000 warga Gaza berlindung di sekolah-sekolah yang digunakan PBB dan lebih dari 500.000 orang "tercerabut dari akarnya" akibat konflik ini.

Pierre Krahenbuhl, Komisioner Jenderal UNRWA, meminta komunitas internasional mengucurkan dana sebesar 295 juta dollar atau sekitar Rp 3,4 triliun untuk operasi pemulihan pasca-perang.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, 2.139 orang, sebagian besar warga sipil dan termasuk 490 anak-anak, tewas dalam konflik yang diawali dengan operasi militer Protective Edge yang digelar Israel sejak 8 Juli lalu.

Sementara itu, di sisi Israel, "hanya" 64 orang prajurit dan enam warga sipil termasuk seorang anak laki-laki berusia empat tahun yang tewas setelah sebuah roket Hamas menghantam sebuah rumah di kota Eshkol.

Angkatan Darat Israel (IDF) mengklaim 3.700 roket ditembakkan dari Gaza menuju wilayah Israel hingga 20 Agustus lalu. IDF juga mengklaim telah menghancurkan 32 terowongan Hamas dan membunuh 750 orang tersangka anggota militan dan para komandan mereka.

Berikut Perang Gaza 2014 dalam angka:

  • Warga Palestina tewas: 2.139 orang.
  • Anak-anak Palestina tewas: 490 orang.
  • Prajurit Israel tewas: 64 orang.
  • Warga sipil Israel tewas: 6 orang.
  • Anak-anak Israel tewas: 1 orang.
  • Warga Palestina terluka: 11.000 orang.
  • Anak-anak Palestina terluka: 3.000 orang.
  • Warga Gaza yang mengungsi: 500.000 orang.
  • Rumah hancur di Gaza: 20.000 unit.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X