Kompas.com - 27/08/2014, 20:29 WIB
Dalam foto yang diambil pada 31 Januari 1990 memperlihatkan antrean panjang warga kota Moskwa di luar sebuah gerai McDonald's pertama di kota itu yang dibuka di Lapangan Pushkin, Moskwa. VITALY ARMAND / AFPDalam foto yang diambil pada 31 Januari 1990 memperlihatkan antrean panjang warga kota Moskwa di luar sebuah gerai McDonald's pertama di kota itu yang dibuka di Lapangan Pushkin, Moskwa.
EditorErvan Hardoko
MOSKWA, KOMPAS.com — Pengadilan di Rusia, Rabu (27/8/2014), memerintahkan tiga restoran McDonald's di Moskwa untuk menghentikan operasionalnya selama 90 hari dengan alasan kesehatan. Namun, banyak kalangan melihat langkah ini sebagai pembalasan Rusia terhadap sanksi AS dan Uni Eropa.

Tiga restoran McDonald's di Moskwa itu termasuk yang berlokasi di dekat Kremlin dan restoran pertama McDonald's di Moskwa yang beroperasi pada tahun-tahun terakhir Komunisme, yang menjadi simbol penerimaan Rusia terhadap budaya Barat.

Pekan lalu, Badan Keselamatan Konsumen Rusia atau Rospotrebnadzor memerintahkan semua restoran McDonald's di Rusia menghentikan operasinya.

Selain itu, muncul kabar Pemerintah Rusia memerintahkan inspeksi terhadap waralaba makanan cepat saji AS ini yang tersebar di 430 lokasi di seluruh Rusia.

Restoran-restoran McDonald's di kota-kota wilayah selatan Rusia, seperti Yekaterinburg dan Stavropol di Pegunungan Ural, juga diperintahkan tutup menjelang pemeriksaan pemerintah.

Seorang kuasa hukum McDonald's mengatakan akan mengajukan banding terkait keputusan terhadap kliennya itu. "Pengadilan menjatuhkan hukuman maksimal, tetapi tak ada justifikasi apa pun terkait kasus ini," kata kuasa hukum McDonald's, Maxim Titarenko.

"Pelanggaran yang disebutkan Rospotrebnadzor sudah dihapuskan atau sedang dalam proses penghapusan," tambah Titarenko.

Namun, pejabat Pemerintah Rusia membantah mereka dengan sengaja mengincar rumah makan khas AS itu. "Inspeksi ini tidak bermuatan politik. Konsumen Rusia memiliki hak mendapatkan makanan sehat dan berkualitas," kata Ketua Rospotrebnadzor, Anna Popova.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.