Kompas.com - 26/08/2014, 16:21 WIB
Pemberontak pro-Rusia menembakkan senjata ke arah tentara Ukraina di wilayah Luhansk, Ukraina (2/6). APPemberontak pro-Rusia menembakkan senjata ke arah tentara Ukraina di wilayah Luhansk, Ukraina (2/6).
EditorErvan Hardoko

MOSKWA, KOMPAS.com — Pemerintah Rusia, Selasa (26/8/2014), mengklaim sekelompok serdadu Rusia yang ditangkap di bagian timur Ukraina sejatinya tidak sengaja melintasi perbatasan.

"Serdadu-serdadu itu memang berpartisipasi dalam patroli di sebuah bagian perbatasan Rusia-Ukraina. Pada suatu bidang yang tidak bertanda, mereka menyeberangi perbatasan secara tidak disengaja. Sejauh yang kami ketahui, mereka tidak melawan tentara Ukraina ketika mereka ditangkap," kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Rusia kepada kantor berita RIA Novosti.

Sebelumnya, Pemerintah Ukraina menyatakan, 10 prajurit lintas udara telah ditangkap karena berada di wilayah negeri bekas Uni Soviet itu.

Mereka kemudian diwawancarai sebuah stasiun televisi Ukraina dan rekaman videonya telah dilansir beberapa waktu lalu. Mereka mengaku berasal dari Resimen 331 dari Divisi Lintas Udara Svirsk ke-98.

"Hentikan pengiriman serdadu (ke Ukraina). Mengapa? Ini bukan perang kami. Jika kami tidak di sini, peristiwa ini tidak perlu terjadi," kata salah seorang serdadu, Sersan Andrei Generalov.

Seorang serdadu lainnya, Ivan Milchakov, mengaku berasal dari kota Kostroma, Rusia. Dia mengatakan tidak sadar telah melintasi perbatasan Rusia dan Ukraina.

"Saya tidak melihat di bagian mana kami melintasi perbatasan. Mereka hanya memberi tahu bahwa kami akan berjalan kaki sejauh 70 kilometer selama tiga hari," ujar Milchakov.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketegangan antara Ukraina dan Rusia di daerah perbatasan juga terjadi pada 22 Agustus lalu. Kala itu, sekitar 90 truk Rusia yang mengangkut bantuan bagi warga sipil di Ukraina timur yang dikuasai pemberontak telah masuk ke wilayah Ukraina tanpa izin. Demikian kata Pemerintah Ukraina.

Sejumlah laporan menyebutkan konvoi dikawal oleh para pejuang pemberontak. Kepala Keamanan Ukraina Valentyn Nalivaychenko menyebut aksi Rusia sebagai invasi, tetapi pasukan Ukraina tidak akan memblokade konvoi atau menggunakan kekerasan.

Insiden itu terjadi menjelang pertemuan antara Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan Presiden Ukraina Vladimir Putin di Minsk, Belarus.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.