Kompas.com - 26/08/2014, 15:27 WIB
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.COM — Para pejabat Amerika Serikat mengatakan, Mesir dan Uni Emirat Arab (UEA) berada di balik serangan udara di Libya dengan target kelompok militan Islam yang menguasai Bandara Tripoli.

Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada BBC bahwa mereka tidak diajak berkonsultasi tentang serangan tersebut. Pejabat itu mengatakan, pihaknya khawatir bahwa senjata AS kemungkinan besar digunakan dalam serangan yang berarti melanggar perjanjian penjualan senjata.

Pihak berwenang Mesir telah membantah terlibat dalam serangan tersebut dan sejauh ini belum ada komentar langsung dari UEA. AS, Perancis, Jerman, Italia, dan Inggris sebelumnya mengeluarkan pernyataan bersama mengecam "campur tangan asing" di Libya.

Mereka mengatakan, serangan udara tersebut dapat "memperparah perpecahan dan melemahkan upaya transisi demokrasi di Libya".

Bandara Tripoli Ditutup

Serangan udara yang dilakukan pesawat tidak dikenal itu terjadi dua kali selama terjadi pertempuran sengit di sekitar Bandara Tripoli antara kelompok militan Islam dan milisi yang berideologi nasionalis.

Konflik bersenjata antar-kelompok milisi—yang terlibat penggulingan rezim Moammar Khadafy pada 2011 lalu—telah meningkat belakangan ini. Aparat kepolisian dan tentara Libya tidak mampu berbuat banyak karena kekuatannya yang lemah dibandingkan kelompok milisi.

Selama akhir pekan, kelompok militan Islam yang berafiliasi dengan kelompok dari kota Misrata dan kota-kota lainnya telah mengambil alih Bandara Tripoli dari penguasaan kelompok milisi Zintan. Bandar udara yang terbesar di Libya ini telah ditutup lebih dari sebulan lalu karena pertempuran tersebut.

Berdasarkan laporan wartawan BBC di Tripoli, Rana Jawad, Libya telah diguncang konflik antar-kelompok milisi sejak pemberontakan terhadap Kolonel Moamar Khadafy memuncak pada 2011 lalu. Bahkan, rivalitas antar-kelompok milisi akhir-akhir ini merupakan yang terburuk sejak penggulingan Kolonel Khadafy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.