Jual Minyak ke Pasar Gelap, ISIS Raup Rp 19 Miliar Sehari

Kompas.com - 24/08/2014, 06:07 WIB
Kepulan asap membubung tinggi di sebuah kilang minyak di Beiji, sekitar 250 kilometer sebelah utara Baghdad, Irak, setelah sebuah serangan yang dilancarkan ISIS. APKepulan asap membubung tinggi di sebuah kilang minyak di Beiji, sekitar 250 kilometer sebelah utara Baghdad, Irak, setelah sebuah serangan yang dilancarkan ISIS.
EditorErvan Hardoko
DOHA, KOMPAS.com - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dikabarkan menjual minyak mentah yang diperoleh dari ladang-ladang minyak yang mereka rebut ke pasar gelap.

Di pasar gelap, ISIS menjual minyak mentah itu separuh dari harga resmi internasional dan berhasil meraup setidaknya 1 juta poundsterling atau sekitar Rp 19 miliar sehari.

Harga pasar internasional untuk minyak jenis Brent Crude adalah sekitar 102 dolar AS per barrel. Harga ini tercatat hingga Jumat (22/8/2014). Sementara ISIS menjual minyak mereka dengan harga antara 25-60 dolar AS per barrel.

Para pakar mengatakan, meski minyak ISIS membanjiri pasar gelap, namun kondisi itu tidak mempengaruhi harga minyak dunia karena kuantitas yang dijual ISIS masih terbilang sangat kecil.


Seorang pengamat di Brookings Doha Center, Luay Al Khatteeb mengatakan ISIS diperkirakan menyelundupkan sekitar 30.000 barrel minyak mentah setiap hari. Jumlah itu sama sekali bukan tandingan Arab Saudi yang menghasilkan 9 juta barrel minyak menyah sehari.

"Namun, meski kuantitasnya kecil, situasi ini harus diwaspadai dan sangat signifikan. Seban ISIS bisa menghasilkan rata-rata Rp 19 miliar sehari dari penjualan minyak ini untuk menjalankan operasinya," kata Al Khateeb.

"Kawasan antara Irak dan Suriah menjadi lokasi ideal pasar gelap untuk menjual minyak mentah itu karena kawasan tersebut kini berada dalam kekuasaan ISIS," lanjut Al Khateeb.

ISIS kini setidaknya menguasai 60 persen ladang minyak di sejumlah provinsi di wilayah timur Suriah. Sementara di Irak, ISIS menguasai tujuh ladang minyak dan dua lokasi penyulingan.

Selain itu, ISIS tak hanya menguasai rute-rute pasar gelap minyak, namun minyak mentah ISIS ini juga dikirim ke Jordania lewat provinsi Anbar, Iran lewat Kurdistan, Turki lewat Mosul, pasar lokal Suriah dan ke wilayah otonomi Kurdi.

Secara khusus Al Khateeb menyebut Turki yang memiliki sejarah panjang mendukung perdagangan gelap semacam ini.

"Negara-negara seperti Turki menutup mata terhadap praktik penyelundupan dan tekanan internasional harus ditingkatkan untuk menutup pasar gelap di wilayah selatan Turki," kata Al Khateeb.

"Wilayah utara Irak, wilayah selatan Turki dan Suriah timur memiliki sejarah panjang sebagai kawasan penyelundupan. Awalnya mereka menyelundupkan barang namun kini mereka beralih ke minyak," kata Al Khateeb.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X