India Larang Peredaran Film Pembunuhan Indira Gandhi

Kompas.com - 21/08/2014, 22:34 WIB
Poster film sikhnewsservice.comPoster film "Kaum De Heere" yang kontroversial karena mengisahkan dua orang Sikh pengawal sekaligus pembunuh PM India, Indira Gandhi pada 1984.
EditorErvan Hardoko
NEW DELHI, KOMPAS.com - Pemerintah India, Kamis (21/8/2014), akhirnya memutuskan untuk melarang rilis sebuah film kontroversial yang mengisahkan pembunuhan mantan PM Indira Gandhi pada 1984.

Dewan Sertifikasi Film Pusat (CBFC) memutuskan untuk melarang film itu karena imbasnya terhadap situasi keamanan. Demikian dikabarkan kantor berita Press Trust of India (PTI).

"Kami sudah menyaksikan film itu dan memutuskan film itu tidak akan dirilis besok (Jumat)," kata Ketua CBFC Leela Samson.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri India dikabarkan meminta kementerian informasi dan penyiaran untuk mengevaluasi izin yang sudah sempat dikeluarkan untuk film karena temanya ternyata banyak mengundang keluhan.

Salah satu yang keberatan atas film ini adalah sayap kepemudaan Partai Kongres yang bahkan sampai menyurati PM Narendra Modi agar melarang film itu karena justru menggambarkan kedua pembunuh Gandhi sebagai pahlawan.

"Saya bahkan menyurati perdana menteri agar menghentikan rilis film itu," kata Vikramit Chaudhary, preisden Kongres Pemuda Punjab Pradesh.

Film berjudul "Kaum Dee Heere" atau "Permata Masyarakat" ini seharusnya dirilis pada Jumat (22/8/2014). Film ini mengisahkan dua prajurit Sikh yang adalah pengawal sekaligus pembunuh Indira Gandhi.

Pembunuhan itu merupakan pembalasan atas sebuah operasi militer India yang menewaskan ratusan orang Sikh. Pada 1984, menjalankan perintah Indira Gandhi, pasukan India menyerbu tempat suci umat Sikh, Kuil Emas Amritsar, untuk mencari para anggota separatis yang bersembunyi di dalam kuil itu.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Oktober 1984, dua pengawal Gandhi menembak mati perdana menteri perempuan itu. Pembunuhan tersebut memicu aksi kekerasan terhadap warga Sikh yang berujung pada kematian 3.000 orang.

Salah satu penjaga Indira Gandhi, Beant Singh tewas ditembak polisi tak lama setelah membunuh sang perdana menteri. Sementara seornag lagi, Satwant Singh ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X