Kompas.com - 21/08/2014, 15:55 WIB
EditorErvan Hardoko
LONDON, KOMPAS.com — Video eksekusi brutal terhadap jurnalis AS, James Foley, oleh seorang eksekutor yang diduga kuat adalah warga Inggris, ternyata sangat memukul umat Muslim Inggris.

Oleh karena itu, umat Muslim Inggris, termasuk para orangtua yang anak-anaknya diduga ikut bergabung dengan ISIS, mengatakan bahwa mereka kini akan membantu polisi dan dinas intelijen untuk menemukan para ekstremis ini.

Direktur Eksekutif Yayasan Ramadhan Inggris Mohammed Shafiq berjanji akan membantu polisi dan dinas intelijen untuk mencari para ekstremis yang berbasis di Inggris atau mereka yang baru pulang dari bertempur untuk ISIS.

"Sebagai Muslim, kami menolak terorisme dan kejahatan ISIS. Mereka tidak mewakili kami, dan kami mengecam siapa pun yang mendukung ISIS," kata Shafiq seperti dikutip harian terbitan Inggris, Metro.

Shafiq menambahkan, umat Muslim Inggris siap mendukung polisi dan intelijen untuk memerangi terorisme serta melindungi negara dan warga Inggris.

"Siapa pun yang terlibat dengan aktivitas terorisme harus dilaporkan ke polisi dan MI5 (unit intelijen Inggris). Umat Islam di seluruh Inggris akan membantu dalam bentuk apa pun," Shafiq menegaskan.

Sementara itu, dalam pernyataan lewat situs resminya, Dewan Umat Islam Inggris mengecam kejahatan psikopatik yang dilakukan ISIS terhadap warga minoritas, warga sipil, dan sesama umat Islam.

"ISIS tidak mewakili Islam dan ditolak oleh semua umat Islam," demikian pernyataan Dewan Umat Islam Inggris.

Dinas intelijen Inggris menduga setidaknya 600 warga negeri itu telah bergabung dengan ISIS di Suriah atau Irak.

Reyad Khan, salah seorang pemuda kelahiran Inggris, diyakini menjadi salah seorang warga yang kini bertempur bersama ISIS. Kenyataan itu membuat sang ibu, Rukia Khan, sangat sedih.

"Mengambil nyawa orang adalah perbuatan salah. Memenggal kepala orang adalah perbuatan salah," kata Rukia Khan.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris David Cameron, yang harus mempercepat liburannya, mengecam pembunuhan James Foley yang brutal itu. Adapun Presiden AS Barack Obama mengatakan bahwa AS akan membalas pembunuhan sadis itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.