Kompas.com - 21/08/2014, 10:41 WIB
Militan ISIS di Irak utara. Kawasan Irak utara dan Suriah adalah salah satu yang paling berbahaya di dunia bagi wartawan ReutersMilitan ISIS di Irak utara. Kawasan Irak utara dan Suriah adalah salah satu yang paling berbahaya di dunia bagi wartawan
EditorEgidius Patnistik
NEW YORK, KOMPAS.COM — Wartawan foto Amerika, James Foley, yang dibunuh kelompok ekstremis ISIS, termasuk di antara lebih dari 80 wartawan yang telah diculik ketika sedang meliput konflik di Suriah.

Komite Perlindungan Wartawan (CPJ) mengatakan, ada sekitar 20 wartawan lokal dan internasional yang masih hilang di Suriah dan diyakini banyak disandera militan.

"Suriah adalah salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi wartawan," kata Courtney Radsch dari CPJ. "Konflik di sana sangat penting untuk diberitakan sehingga mereka mengorbankan jiwa."

Kelompok ISIS telah menyatakan wilayah luas di Suriah timur hingga Irak barat laut merupakan daerah kekuasaan mereka sebagai Negara Islam. Mereka mengatakan, Foley dipenggal sebagai balasan atas serangan-serangan udara Amerika terhadap militan itu di Irak utara.

Mereka juga mengancam membunuh satu lagi wartawan Amerika yang mereka sandera jika Amerika tidak menghentikan serangan-serangan udaranya.

ISIS memasang video pemenggalan tersebut di YouTube dan Twitter, tetapi sebagian besar situs internet tidak mau memasang gambar-gambar itu. Kelompok militan itu mapan dalam media sosial yang selama ini mereka gunakan untuk menyebarkan tujuan jihadnya dan meneror targetnya.

Foley dipenggal seorang anggota ISIS yang memegang pisau di lokasi yang tidak disebutkan. Sejumlah organisasi media memasang gambar dari situs kelompok jihad itu yang menunjukkan Foley berlutut dengan pakaian warga jingga sebelum dibunuh.

Banyak wartawan juga telah diculik oleh pasukan Suriah dan masih hilang. Paling sedikit 54 wartawan telah tewas di Suriah sejak 2012 dan total 66 sejak 1992.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.