Kompas.com - 21/08/2014, 10:33 WIB
EditorEgidius Patnistik

Misi tersebut dilakukan pasukan gabungan, yang mencakup anggota dari semua badan militer. Para tentara Operasi Khusus itu, sekitar dua puluhan orang, diterjunkan ke lokasi melalui helikopter dan didukung oleh sejumlah helikopter dan pesawat tempur di atas mereka.

"Kami yakin ada sejumlah militan ISIS jadi korban akibat operasi itu," kata seorang pejabat.

Tentang kegagalan misi itu, seorang pejabat mengatakan, intelijen bukan "ilmu pasti". Ia ingin menggambarkan sebuah "prosedur berlapis" di mana badan-badan intelijen membangun sebuah gambaran tentang di mana mereka yakin para sandera mungkin berada. "Itu terbagun dari waktu ke waktu," kata seorang pejabat senior pemerintah. "Kami tidak pernah melupakan nasib para sandera. Kami tidak pernah berhenti, tidak pernah berhenti berusaha untuk mendapatkan informasi tentang mereka."

Para pejabat itu mengatakan, pemerintah telah terus berhubungan dengan anggota keluarga dari mereka yang ditahan militan selama tahun-tahun dan "secara konsisten dan teratur memberi tahu mereka informasi tentang upaya untuk menemukan para sandera. Keluarga-keluarga itu telah diberi tahu tentang usaha penyelamatan terbaru tersebut, kata para pejabat itu, tetapi tidak mengatakan kapan mereka diberi tahu. "Mereka diberi tahu segera setelah kami merasa secara operasional kami bisa melakukannya," kata seorang pejabat.

Wartawan Amerika James Foley diculik di Suriah utara pada November 2012. Video eksekusinya, yang dirilis Selasa, juga menunjukkan seorang reporter AS yang lain, yaitu Steven Sotloff, yang tampilkan di layar televisi. Sotloff diperlihatkan dalam kondisi masih hidup. Namun, kaum militan itu mengancam bahwa nasibnya sangat bergantung pada keputusan Obama untuk tidak melanjutkan serangan terhadap posisi ISIS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.