Pria AS Dapat Rp 117 Miliar karena Dibui atas Pembunuhan yang Tak Ia Lakukan

Kompas.com - 21/08/2014, 09:00 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
EditorEgidius Patnistik
NEW YORK, KOMPAS.COM - Seorang pria New York diberi uang kompensasi 10 juta dollar AS atau Rp 117 miliar setelah menghabiskan waktu 16 tahun di penjara karena pembunuhan yang tidak ia lakukan, kata pengacara pria Rabu (20/8/2014).

Jabbar Collins, sekarang berumur 42 tahun, dinyatakan bersalah dan dijeblos ke tahan sejak Februari 1994 terkait pembunuhan Abraham Pollack, seorang rabi Ortodoks yang menarik sewa di sebuah gedung di Brooklyn. Collins, seorang Amerika turunan Afrika, berusia  21 tahun ketika ia dikirim ke penjara pada Maret 1995. Dia dijatuhi hukuman penjara yang panjang terutama berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang menyatakan bahwa mereka melihat dia melarikan diri dari tempat kejadian perkara. Namun dia dibebaskan tahun 2010.

Collins "telah memenangkan gugatan terhadap Kota New York sebesar 10 juta dollar," kata pengacaranya Joel Rubin dalam sebuah pernyataan. Sebelumnya, Collins juga memenangkan gugatan terhadap Negara Bagian New York sebesar 3 juta dollar terkait hukuman yang tidak adil.

Selagi di penjara, Collins belajar hukum, dan mengetahui bahwa salah satu saksi telah mencabut kesaksiannya sebelum sidang, tetapi pengacaranya tidak pernah diberitahu tentang hal itu. Polisi menulis sebuah pernyataan bahwa saksi tersebut mengatakan dia telah menandatangani kesaksian di bawah paksaan demi menghindari ditutut dalam kasus lain.

Collins juga menemukan sejumlah inkonsistensi lainnya. Maka, dia pun mengajukan banding.

Hakim Distrik AS Dora Irizarry membebasnya dari hukuman karena  kesalahan yang dilakukan kantor Kejaksaan Negeri Charles Hynes. Kesalahan itu oleh Irizarry disebut "memalukan."

Sejak meninggalkan penjara, Collins telah bekerja sebagai paralegal di kantor pengacaranya. "Namun kini (ia) punya rencana untuk mengambil cuti panjang dan kemudian memasuki dunia pelayanan," kata pernyataan Rubin. "Ia berencana untuk melanjutkan pekerjaannya pada kasus-kasus putusan pengadilan yang salah."



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X