Kompas.com - 19/08/2014, 15:20 WIB
PBB memperkirakan sekitar 20.000-30.000 warga etnis Yazidi masih terjebak di Gunung Sinjar setelah melarikan diri dari kejaran ISIS. AHMAD AL-RUBAYE / AFPPBB memperkirakan sekitar 20.000-30.000 warga etnis Yazidi masih terjebak di Gunung Sinjar setelah melarikan diri dari kejaran ISIS.
EditorEgidius Patnistik
DAYRABUN, KOMPAS.COM — Seorang pengungsi Yazidi, Samo Ilyas Ali, mempunyai sembilan anak untuk diberi makan. Namun, dia tidak bisa fokus ke masa depan. Suara para perempuan dan anak-anak yang menangis meminta tolong saat dikubur hidup-hidup oleh militan ISIS di Irak utara sering memenuhi pikirannya.

Puluhan ribu warga Yazidi melarikan diri dari tanah leluhur mereka di Sinjar dan desa-desa lain  dari kaum militan Sunni yang menganggap warga etnis minoritas itu sebagai penyembah setan. Mereka dipaksa menganut Islam versi radikal atau mati.

Para pengungsi itu duduk termenung di kamp-kamp di wilayah semi-otonom Kurdi di Irak utara. Trauma dengan militan ISIS yang terkenal karena pemenggalan dan eksekusi massal, mereka hanya ingin meninggalkan Irak dan pergi sejauh mungkin ke negara-negara seperti Jerman, dunia yang jauh dari adat istiadat mereka.

Serangan udara AS terhadap posisi ISIS dan janji para komandan Kurdi untuk merebut kembali desa-desa Yazidi tidak memberikan jaminan.

Sangat mudah untuk paham mengapa mereka tidak yakin.

Sepuluh hari lalu, Ali dan sesama warga desa tiba-tiba dikelilingi militan ISIS bersenapan mesin pada malam hari. Militan itu berjenggot panjang. Beberapa mengenakan masker wajah dan tulisan Arab di bagian kepala mereka.

Militan ISIS lalu mulai menggali parit, yang kemudian ternyata jadi kuburan massal. "Kami tidak mengerti. Lalu, mereka mulai mengarahkan orang-orang ke lubang-lubang itu. Orang-orang tersebut masih hidup," kata Ali (46 tahun), mantan pemilik toko kelontong, yang berusaha untuk berhenti menangis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah beberapa saat, kami mendengar suara tembakan. Saya tidak bisa melupakan adegan itu. Perempuan, anak-anak, menangis meminta tolong. Kami harus berlari demi nyawa kami sendiri, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mereka."

Keterangan tersebut tidak mungkin untuk diverifikasi secara independen.

Sejumlah warga Yazidi lolos berkat bantuan pejuang Kurdi Turki dan Suriah. Namun, adegan serupa dilaporkan terjadi di beberapa bagian di Irak utara.

Halaman:


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.