Kompas.com - 19/08/2014, 09:14 WIB
EditorEgidius Patnistik
WASHINGTON, KOMPAS.COM - Walau sama-sama memerangi Negara Islam atau ISIS, Washington dan Damaskus tetap tidak sejalan,  kata pejabat AS, Senin (18/8/2014).
Kaum militan ISIS telah menyatakan diri sebagai sebuah "khalifah" yang wilayahnya terbentang laus luas dari Irak hingga Suriah.

AS telah memerangi pemberontak ISIS di Irak, tepat di seberang perbatasan Suriah, dengan serangkaian serangan udara yang dimulai pada 8 Agustus. Selama tiga hari terakhir, pesawat militer AS melakukan 35 serangan, yang menghancurkan lebih dari 90 sasaran milik ISIS.

Meski mengakui bahwa Suriah dan Amerika Serikat punya musuh bersama, Wakil Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, mengatakan kedua pihak tetap tidak sejalan. "Saya sangat tidak setuju dengan gagasan bahwa kami berada dalam alur pikir yang sama di sini dalam hal apa yang kami lakukan," kata Harf.

Dia juga menekankan, "Di Irak, kami punya sebuah pemerintahan yang telah meminta bantuan kami dan meminta dukungan kami dan menyambut kami. Itu jelas tidak terjadi di Suriah."

Hari Senin, sejumlah pesawat tempur Suriah mengebom posisi ISIS di Provinsi Raqa di utara negara itu. Serangan itu merupakan serangan  hari kedua dan pesawat tempur telah menyasar sejumlah posisi ISIS di Provinsi Aleppo.

"Adalah baik ketika milisi ISIS terusir dari medan perang," kata Harf. Namun "saya tidak akan mengatakan bahwa kami punya kesamaan lain dengan rezim Suriah," tambahnya.

Harf mengatakan, dalam jangka panjang, AS bertujuan "menyingkirkan kepemimpinan ISIS, menurunkan kemampuan operasional mereka, memotong sumber pembiayaannya, mengejar mereka secara komprehensif, memotong kemampuan mereka untuk melakukan hal-hal yang telah kita lihat mereka sudah lakukan."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.