Kompas.com - 18/08/2014, 22:59 WIB
Iring-iringan pasukan Peshmerga Kurdi menuju bendungan Mosul yang dikuasai ISIS sejak 10 hari lalu. Pasukan Kurdi berhasil menguasai sebagian bendungan Mosul dengan bantuan serangan udara AS. AHMAD AL-RUBAYE / AFPIring-iringan pasukan Peshmerga Kurdi menuju bendungan Mosul yang dikuasai ISIS sejak 10 hari lalu. Pasukan Kurdi berhasil menguasai sebagian bendungan Mosul dengan bantuan serangan udara AS.
EditorErvan Hardoko
WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pesawat-pesawat tempur AS dan sejumlah drone, sepanjang Senin (18/8/2014), melakukan 15 kali serangan udara terhadap sejumlah posisi pasukan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dalam perebutan bendungan Mosul, Irak.

Serangan udara AS ini menghancurkan setidaknya sembilan posisi ISIS dan delapan kendaraan taktis organisasi itu di sekitar bendungan Mosul. Sementara di darat pasukan Kurdi bergerak maju memerangi ISIS.

Pasukan Peshmerga Kurdi mengklaim telah mengontrol sisi timur bendungan Mosul yang dikuasai ISIS 10 hari lalu. Hal ini disampaikan komandan pasukan Peshmerga, Jenderal Tawfik Desty mengatakan pasukannya kini sudah mengendalikan penuh sisi timur bendungan Mosul namun pertempuran masih berlangsung.

Sementara seorang perwira Peshmerga lainnya mengatakan, gerak maju pasukan Kurdi terhambat bom-bom pinggir jalan yang dipasang pasukan ISIS yang bergerak mundur.

"Pasukan bergerak lambat. Penghalang kami adalah bom-bom pinggir jalan. Ini adalah taktik ISIS," kata perwira itu.

"Mereka kini berada di bagian dalam bendungan. Tak ada baku tembak hanya bom-bom pinggir jalan dan semua bangunan yang ditinggalkan dipasangi peledak," sambung perwira itu.

Meski berhasil menguasai sebagian bendungan Mosul, pasukan Peshmerga, seperti dikutip Sky News, masih membutuhkan tambahan senjata berat untuk melanjutkan pertempuran. Sejauh ini, Peshmerga masih menunggu datangnya persenjataan dari luar negeri seperti yang dijanjikan para menteri luar negeri Uni Eropa

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bendungan Mosul dikuasai ISIS 10 hari lalu. Bendungan terbesar di Irak tersebut menyediakan sebagian besar pasokan listrik untuk wilayah itu dan sangat penting untuk keperluan irigasi pertanian.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.