Fidel Castro Rayakan Ulang Tahun Ke-88

Kompas.com - 13/08/2014, 22:58 WIB
Eugenio Selman, mantan dokter pribadi Fidel Castro, menghadiri pembukaan pameran foto mantan pemimpin Kuba itu di Havana, Selasa (12/8/2014). Pameran ini digelar menjelang ulang tahun Castro ke-88. ADALBERTO ROQUE / AFPEugenio Selman, mantan dokter pribadi Fidel Castro, menghadiri pembukaan pameran foto mantan pemimpin Kuba itu di Havana, Selasa (12/8/2014). Pameran ini digelar menjelang ulang tahun Castro ke-88.
EditorErvan Hardoko
HAVANA, KOMPAS.com — Para pemimpin negara-negara Amerika Latin berhaluan kiri, seperti Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Presiden Nikaragua Daniel Ortega, mengirimkan ucapan selamat ulang tahun untuk mantan pemimpin Kuba, Fidel Castro.

Fidel Castro yang pada Rabu (13/8/2014) genap berusia 88 tahun disebut Presiden Maduro sebagai "seorang raksasa dalam sejarah dunia". Julukan ini disampaikan Maduro dalam pidatonya yang disiarkan di televisi.

Maduro, yang mewarisi kekuasaan Venezuela dari mendiang Hugo Chavez, mempertahankan hubungan erat dengan Kuba yang akibat embargo ekonomi AS sangat tergantung pada kemurahan hati Venezuela yang kaya minyak.

"Merupakan sebuah anugerah bisa mencapai usia 88 tahun. Terima kasih Kuba karena memberi kami Fidel yang hebat," kata Presiden Nikaragua Daniel Ortega seperti dikutip kantor berita Prensa Latina.

Daniel Ortega adalah sekutu lama Kuba yang kembali berkuasa di Nikaragua pada 2007 setelah memimpin negeri itu sejak 1979-1990 menyusul Revolusi Sandinista.

Sementara itu, Kuba merayakan ulang tahun Castro dengan menggelar konser dan ekshibisi multimedia. Namun, pemimpin yang sudah uzur itu tidak tampil dalam rangkaian acara yang dipersembahkan kepadanya itu.

Ribuan orang berkumpul di sebuah lapangan di ibu kota Havana, Selasa (12/8/2014) malam, untuk menyaksikan konser grup musik populer Kuba, Buena Fe, yang berlangsung hingga lewat tengah malam.

Sementara itu, di Lapangan Revolusi, masih di Havana, seniman multimedia Roberto Chile, yang menjadi fotografer pribadi Castro pada 1959-2006, menggelar hasil karyanya yang didedikasikan untuk sang pemimpin dengan judul "Fidel adalah Fidel".

Fidel Castro berkuasa di Kuba setelah menggulingkan rezim Fulgencio Batista pada 1959 dan mendirikan satu-satunya negeri komunis di benua Amerika.

Setelah dimakan usia dan kesehatannya semakin menurun, Fidel menyerahkan kekuasaan Kuba kepada adiknya, Raul, yang kemudian membuka perekonomian Kuba. Meski demikian, Kuba masih sangat tersandera jejak kebesaran Fidel Castro yang berkuasa hampir selama lima dekade.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X