Pertahanan Terakhir Warga Yazidi Melawan ISIS

Kompas.com - 13/08/2014, 12:03 WIB
Kuil Chermera atau kuil 40 Pria ini dibangun di puncak Pegunungan Sinjar, Irak. Usia kuil ini begitu tua sehingga tak seorangpun ingat kapan kuil ini dibangun dan bagaimana kuil ini mendapatkan namanya. Foto kuil ini diambil oleh seorang prajurit AS dari Kompi Signal ke-334, Brigade ke-3, Divisi Infantri ke-2 pada April 2004. wikipediaKuil Chermera atau kuil 40 Pria ini dibangun di puncak Pegunungan Sinjar, Irak. Usia kuil ini begitu tua sehingga tak seorangpun ingat kapan kuil ini dibangun dan bagaimana kuil ini mendapatkan namanya. Foto kuil ini diambil oleh seorang prajurit AS dari Kompi Signal ke-334, Brigade ke-3, Divisi Infantri ke-2 pada April 2004.
EditorEgidius Patnistik
BAGHDAD, KOMPAS.COM — Setelah terusir dari Sinjar oleh kaum militan ISIS, warga minoritas Yazidi berkumpul di tempat suci mereka dan mempersiapkan diri untuk meninggalkan Irak selamanya.

Saat mereka berkumpul di tempat suci mereka pada Selasa (12/8/2014) sore, warga Yazidi kota Sinjar yang selamat punya satu topik pembicaraan, yaitu bagaimana keluar dari Irak, meninggalkan tanah air dan kuil-kuil mereka untuk selama-lamanya.

"Orang-orang Arab ini ada di sebelah barat, timur, dan selatan kami," kata Sardar Barpiri (35 tahun), pengungsi yang lari dari teror militan Negara Islam atau yang selama ini dikenal dengan nama ISIS. Barpiri kini berlindung di lorong gelap kuil suci Yazidi, Kuil Sheikh Adi. "Mereka membunuh kami, kami semua. Apakah itu Islam atau apa pun, mereka hanya ingin membunuh kami."

"Kami tidak akan pernah pulang ke rumah," kata Firaz Falas. "Apakah itu berarti (kami) akan pergi ke Inggris, Jerman, Amerika, atau di mana pun, kami tidak akan kembali. Kami menjadi sasaran karena agama kami. Tak ada lagi yang bisa dikatakan."


Warga minoritas Yazidi sudah tinggal di daerah berbukit-bukit tandus itu selama beberapa generasi. Namun, setelah pengusiran mereka dari Sinjar ke arah barat, yang merupakan pusat terbesar populasi mereka, kuil itu tampaknya merupakan pertahanan terakhir.

Sekitar seratus anggota milisi lokal yang bersenjata seadanya menjaga Kuil Sheikh Adi dari kemungkinan serangan kaum militan ISIS yang berada beberapa mil jauhnya, di dataran di bawah. Kaum militan itu menyerbu Sinjar sepuluh hari lalu, membuat orang-orang yang lolos dari pembunuhan lari ke pegunungan dalam kondisi kelaparan.

Kini warga Yazidi takut bahwa Lalish, tempat di mana terdapat kuil Yazidi yang oleh ISIS dinilai sebagai kuil kafir yang harus dihancurkan, menjadi target berikutnya. Para pengungsi itu tahu dari pengalamannya apa yang bakal terjadi.

Dakhil Sedo Khero (35 tahun) melarikan diri ke kuil di dekat tempatnya, Sheikh Amadin, bersama keluarganya ketika ia melihat kaum militan ISIS menyerbu desa. Melalui teropongnya, ia melihat militan mendirikan pos pemeriksaan di jalan di bawah. "Mereka menghentikan sejumlah keluarga di pos pemeriksaan itu," katanya. "Militan ISIS menempatkan keluarga-keluarga itu di sisi jalan dan menembak mereka, satu demi satu. Lalu, saya melihat sesuatu yang lain. Kaum militan membawa buldoser dan menggali kuburan, dan meletakkan mayat-mayat itu di sana."

Khero bersembunyi di kuil dan kemudian melarikan diri ke gunung di arah yang berlawanan dari kaum militan, melewati posisi mereka selama dua hari. Kemudian, dalam pelariannya, ia bersembunyi di kuil lain, sampai kuil itu juga diserang ISIS.

Dia, istrinya, tujuh anak mereka, dan 40 anggota lain dari keluarga besarnya, berlari lagi, ke gunung, sementara jet-jet Irak mengebom posisi kaum militan hingga mereka akhirnya bergabung dengan ribuan warga Yazidi yang lari melalui Suriah kembali ke "tempat aman" Kurdistan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Izinkan Artis Masuk Kokpit dan Pegang Kendali Pesawat, Pilot Dilarang Terbang Seumur Hidup

Internasional
Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Internasional
Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Ledakan Bom di Masjid Afghanistan saat Shalat Jumat, 28 Jemaah Tewas

Internasional
Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Internasional
Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Kucingnya Dibunuh, Wanita di Rusia Mutilasi Teman Serumah

Internasional
Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Qantas Uji Coba Penerbangan Langsung Terlama dari New York ke Sidney selama 19 Jam

Internasional
Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Ubah Kota di Meksiko Jadi Medan Perang, Anak Gembong Narkoba El Chapo Dibebaskan

Internasional
Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Internasional
Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Hilang 2 Tahun Lalu, Kotak Hitam Jet Tempur Milik Angkatan Udara Taiwan Baru Ditemukan

Internasional
Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat', Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Kasus Keluarga Belanda Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat", Pria Austria yang Ditahan Mengklaim Lebih Hebat dari Yesus

Internasional
Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Anak Gembong Narkoba El Chapo Ditahan, Polisi Meksiko Baku Tembak dengan Pria Bersenjata

Internasional
174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

174 Negara Pilih Indonesia Jadi Anggota Dewan HAM PBB

Internasional
Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Diawasi Putin, Rusia Gelar Uji Coba 3 Sistem Rudal Balistik Antarbenua

Internasional
Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu 'Hari Kiamat'

Polisi Belanda Tahan Ayah Keluarga yang Bersembunyi Menunggu "Hari Kiamat"

Internasional
Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X