Kompas.com - 12/08/2014, 11:56 WIB
Ribuan warga etnis minoritas Yazidi meninggalkan kota Sinjar dan mengungsi ke pegunungan setelah kota itu jatuh ke tangan pasukan ISIS. AFPRibuan warga etnis minoritas Yazidi meninggalkan kota Sinjar dan mengungsi ke pegunungan setelah kota itu jatuh ke tangan pasukan ISIS.
EditorEgidius Patnistik

Raqqawi mengatakan, perajaman tersebut terjadi malam hari, sekitar pukul 23.00. Dia tidak bisa melihat darah jenazah karena pakaian hitam yang dikenakannya. Ahmad tidak berteriak atau bergerak, dan meninggal dengan tenang. "Mereka kemudian membawa jenazah itu dalam salah satu mobil mereka dan pergi," katanya.

Dua kasus itu pertama kali dilaporkan Observatorium Suriah untuk HAM yang berbasis di Inggris, yang mengumpulkan informasi melalui sebuah jaringan aktivis di seluruh Suriah. Bassam Al-Ahmad, juru bicara Pusat Dokumentasi Pelanggaran, sebuah kelompok Suriah yang melacak pelanggaran HAM, juga memastikan perajaman itu.

Seorang aktivis yang berbasis di Provinsi Idlib di Suriah utara, yang mengumpulkan informasi dari para aktivis lainnya di Suriah utara, mengatakan Ahmad seorang janda. Seorang pria yang minta untuk hanya diidentifikasi sebagai Asad karena takut akan aksi balas dendam, mengatakan bahwa dalam perajaman yang lain, di Tabqa, warga juga menolak untuk ambil bagian. Aktivis itu juga menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan ISIS.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Suriah, dalam sebuah pernyataan yang di-posting di Twitter, mengecam "perajaman barbar" terhadap seorang perempuan di Tabqa.

Kelompok hak asasi manusia internasional tidak melaporkan perajaman itu. Human Rights Watch mengatakan, pihaknya tidak punya konfirmasi independen tentang kasus itu. "Jika benar, itu merupakan tren yang sangat mengkhawatirkan," kata peneliti Human Rights Watch, Lama Fakih.

"ISIS telah menerapkan aturan yang sangat ketat terhadap penduduk sipil yang telah membuat perempuan dan anak perempuan sangat rentan dan sudah jelas mendiskriminasikan mereka," katanya.

Tindakan itu telah membuat waspada anggota kelompok oposisi utama Suriah yang berjuang untuk menyingkirkan Presiden Bashar Assad dari kekuasaan sejak 2011. "Perilaku-perilaku itu tidak ada hubungannya dengan sifat dan mentalitas masyarakat Suriah," kata Abdelbaset Sieda, anggota senior Koalisi Nasional Suriah yang didukung Barat. Ia mengatakan, Koalisi Nasional Suriah tidak punya konfirmasi resmi tentang kasus perajaman itu meskipun ia tidak mengabaikan hal itu. "Kami menduga tindakan tersebut dilakukan ISIS," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gerakan Hazm, sebuah kelompok gerilyawan lain yang aktif di Suriah utara, mengatakan, perajaman itu terjadi. Kelompok itu menambahkan, tindakan tersebut "bertentangan dengan prinsip-prinsip revolusi" dan mendorong dunia internasional akan menahan diri dalam memberikan dukungan kepada pemberontak.

"Dunia harus tahu bahwa setiap kali mereka menunda dukungan nyata kepada kelompok-kelompok moderat yang aktif, itu sama dengan dukungan langsung kepada faksi ekstremis," kata kelompok itu dalam menanggapi pertanyaan tertulis kantor berita AP.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.