ISIS Rajam hingga Tewas Perempuan Suriah karena Berzina

Kompas.com - 12/08/2014, 11:56 WIB
Ribuan warga etnis minoritas Yazidi meninggalkan kota Sinjar dan mengungsi ke pegunungan setelah kota itu jatuh ke tangan pasukan ISIS. AFPRibuan warga etnis minoritas Yazidi meninggalkan kota Sinjar dan mengungsi ke pegunungan setelah kota itu jatuh ke tangan pasukan ISIS.
EditorEgidius Patnistik
BEIRUT, KOMPAS.COM — Seorang tokoh agama membacakan putusan sebelum sebuah truk datang dan menurunkan batu-batu berukuran besar dekat taman kota. Sejumlah militan Negara Islam, yang selama ini sudah dikenal dengan nama ISIS atau Negara Islam di Irak dan Suriah, membawa seorang perempuan berpakaian hitam dari ujung kepala hingga kaki dan menempatkannya di sebuah lubang kecil di tanah. Saat warga berkumpul, kaum militan itu mengatakan kepada mereka untuk menerapkan hukuman, yaitu merajam hingga tewas perempuan itu atas dugaan berzina.

Tak seorang pun dari kerumunan itu yang melangkah maju, kata seorang saksi dalam peristiwa di sebuah kota di Suriah utara itu. Maka dari itu, kaum militan yang sebagian besar ekstremis asing melakukannya sendiri. Mereka melempari Faddah Ahmad dengan batu hingga jenazahnya diseret pergi.

"Bahkan, saat dia dihajar dengan batu, dia tidak menjerit atau bergerak," kata seorang aktivis oposisi yang mengaku telah menyaksikan perajaman di dekat stadion sepak bola dan taman di kota Raqqa, basis utama kelompok ISIS di Suriah.

Perajaman pada 18 Juli lalu itu merupakan yang kedua dalam kurun waktu 24 jam. Sehari sebelumnya, Shamseh Abdullah yang berusia 26 tahun tewas dengan cara yang sama di kota terdekat Tabqa oleh milisi ISIS juga. Keduanya dituduh melakukan hubungan seks di luar nikah.

Pembunuhan semacam itu merupakan yang pertama di wilayah yang dikuasai pemberontak di Suriah utara, di mana militan ISIS telah menguasai daerah luas, meneror penduduk dengan interpretasi ketat hukum Islam, termasuk pemenggalan dan pemotongan tangan para pencuri. Kantor berita AP melaporkan, kaum militan baru-baru ini telah mengikat seorang anak usia 14 tahun di sebuah kayu palang dan meninggalkannya selama beberapa jam di bawah sinar matahari musim panas yang terik sebelum akhirnya menurunkannya. Tindakan itu merupakan hukuman karena bocah itu tidak berpuasa selama Ramadhan.

Militan ISIS juga telah melakukan tindakan brutal terhadap kaum Muslim Syiah dan orang-orang lain yang dalam pandangan mereka murtad. Di negara tetangga Irak, militan ISIS telah membuat kelompok minoritas agama Yazidi lari dari sejumlah kota dan desa. Ribuan warga Yazidi yang melarikan diri telah terdampar di puncak gunung selama berhari-hari. Krisis kemanusiaan itu kemudian mendorong AS untuk melancarkan serangan udara dan menurunkan bantuan lewat udara kepada warga Yazidi minggu ini.

Jumat lalu, Kamil Amin, juru bicara Kementerian Hak Asasi Manusia Irak, mengatakan, ratusan perempuan Yazidi berusia di bawah 35 telah ditahan militan ISIS di sekolah-sekolah di kota Mosul yang merupakan kota terbesar kedua di Irak, yang telah dikuasai militan itu Juni lalu.

Perajaman di Suriah bulan lalu tidak dipublikasikan secara luas ketika itu, tetapi beberapa hari kemudian tiga foto muncul di dunia maya yang tampaknya untuk mendokumentasikan tontonan mengerikan itu. Foto-foto tersebut, menurut AP, konsisten dengan sejumlah laporan kantor berita itu sebelumnya. Foto-foto tersebut, yang di-posting di akun Twitter yang baru dibuat, menunjukkan puluhan orang berkumpul di alun-alun, seorang tokoh agama membacakan sebuah putusan melalui pengeras suara dan beberapa pria berjanggut dengan senapan otomatis membawa atau mengumpulkan batu.

"Seorang perempuan yang telah menikah dirajam di hadapan sejumlah jemaah." Demikian keterangan foto-foto di akun Twitter itu, yang sejak saat itu telah dicabut.

Abu Ibrahim Raqqawi, aktivis yang menyaksikan perajaman Ahmad, mengatakan, penduduk lokal marah melihat milisi asing memaksakan kehendak mereka kepada masyarakat. "Orang-orang terkejut dan tidak bisa memahami apa yang sedang terjadi. Banyak yang terusik setelah tahu bahwa orang-orang Saudi dan Tunisia yang memberi perintah (seperti) itu," katanya dalam sebuah wawancara lewat Skype. Ahmad, kata dia, tampaknya pingsan, dan ia telah mendengar bahwa perempuan itu sebelumnya dibawa ke rumah sakit di mana dia dibius.

Halaman:


Sumber AP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X