Kompas.com - 11/08/2014, 21:49 WIB
Pejuang ISIS tengah menggelar konvoi di provinsi Raqqa di atas sebuah kendaraan lapis baja. Reuters/Al ArabiyaPejuang ISIS tengah menggelar konvoi di provinsi Raqqa di atas sebuah kendaraan lapis baja.
EditorErvan Hardoko
DAMASKUS, KOMPAS.com — Pasukan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) terus bergerak maju setelah menghancurkan kantong-kantong pertahanan aliansi pemberontak di wilayah timur Suriah.

Dalam gerak maju selama lima hari terakhir, ISIS menyalibkan dua orang dan mengeksekusi 23 orang lainnya. Demikian Lembaga Pemantau HAM Suriah, Senin (11/8/2014).

Para pejuang dari suku Al-Sheitaat di sebelah timur kota Deir al-Zor sejak awal bulan ini mencoba menghadang laju pasukan ISIS. Demikian kesaksian warga setempat, seperti dikutip Lembaga Pemantau HAM Suriah yang berbasis di Inggris.

Di kota Al-Shaafa yang terletak di tepi Sungai Efrat, ISIS memenggal dua anggota suku Al-Sheitaat dan memberikan tenggat waktu 12 jam bagi warga kota untuk menyerahkan para pejuang suku lainnya.

Sementara di bagian lain provinsi Deir al-Zor, ISIS menyalibkan dua orang karena "bekerja sama dengan orang kafir" di kota Mayadin. Sedangkan dua orang lainnya dipenggal karena dituduh menghina Islam.

Adapun di pinggiran kota Deir al-Zor, ISIS mengeksekusi 19 orang anggota suku Al-Sheitaat dengan cara ditembak dan dipenggal. Mereka yang dieksekusi itu adalah para pekerja di sebuah instalasi minyak.

"Kini tak ada suku lain yang berani menentang ISIS setelah kekalahan suku Al-Sheitaat," kata Ahmad Ziyada al-Qaissi, seorang pendukung ISIS, yang dihubungi lewat Skype.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejumlah sumber mengatakan, pertempuran antara ISIS dan suku Al-Sheitaat, yang berjumlah sekitar 70.000 orang, pecah ketika ISIS merebut dua ladang minyak pada Juli lalu. Salah satu ladang minyak itu, Al-Omar, adalah yang terbesar di wilayah Deir al-Zor dan kini menjadi sumber dana utama bagi ISIS.

Kepala suku Al-Sheitaat, Sheikh Rafaa Aakla al-Raju, dalam pesan videonya menyerukan agar suku-suku lain bekerja sama untuk melawan ISIS. "Kami memohon suku-suku lain untuk bergabung bersama kami karena setelah ISIS selesai dengan kami, maka suku-suku lain akan menjadi incaran mereka," kata Al-Raju.

ISIS—yang berperang melawan militer Suriah, milisi Kurdi, dan milisi kesukuan Sunni—berhasil dengan cepat menguasai banyak wilayah di Suriah sejak menguasai kota terbesar di Irak utara, Mosul, pada 10 Juni lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.