Kompas.com - 11/08/2014, 12:56 WIB
Warga Kristen Irak yang melarikan diri dari kekerasan di Desa Qaraqush, sekitar 30 kilometer Provinsi Nineveh, tiba di Gereja Saint-Joseph di Kota Arbil, wilayah otonomi Kurdistan Irak, 7 Agustus 2014. Mereka melarikan diri setelah ISIS merebut Qaraqush. AFP PHOTO / SAFIN HAMEDWarga Kristen Irak yang melarikan diri dari kekerasan di Desa Qaraqush, sekitar 30 kilometer Provinsi Nineveh, tiba di Gereja Saint-Joseph di Kota Arbil, wilayah otonomi Kurdistan Irak, 7 Agustus 2014. Mereka melarikan diri setelah ISIS merebut Qaraqush.
EditorEgidius Patnistik
BAGHDAD, KOMPAS.COM — Kaum militan Negara Islam, yang sebelumnya bernama Negara Islam di Irak dan Suriah atau ISIS, membunuh sedikitnya 500 warga kelompok minoritas Yazidi Irak, mengubur beberapa orang hidup-hidup, dan menjadikan ratusan perempuan sebagai budak. Demikian kata seorang menteri Pemerintah Irak kepada Reuters, Minggu (10/8/2014).

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Irak Mohammed Shia al-Sudani menuduh ISIS—yang telah mengultimatum kelompok minoritas Yazidi yang mereka anggap sebagai "pemuja setan" untuk masuk Islam atau mati—merayakan "kekejaman keji" dengan bersorak-sorai dan mengacungkan senjata ke udara. Sejauh ini, belum ada konfirmasi independen tentang tuduhan tersebut.

Sepak terjang ISIS di Irak utara telah memaksa puluhan ribu orang melarikan diri. Gerak maju kelompok itu telah mengancam ibu kota wilayah otonom Kurdi dan memicu serangan udara AS di wilayah tersebut sejak Washington menarik pasukannya dari Irak pada akhir 2011.

Sudani mengatakan dalam sebuah wawancara per telepon bahwa berita tentang pembunuhan tersebut datang dari orang-orang yang melarikan diri dari kota Sinjar, sebuah tempat tinggal kuno kaum Yazidi, sebuah komunitas berbahasa Kurdi yang agamanya berbeda dari kaum Muslim dan para penganut agama lainnya.

"Kami mendapat bukti yang diperoleh dari warga Yazidi yang melarikan diri dari Sinjar dan beberapa orang yang lolos dari kematian, dan foto-foto tempat kejadian yang menunjukkan hal-hal yang tak dapat disangkal bahwa geng ISIS telah mengeksekusi sedikitnya 500 Yazidi setelah merebut Sinjar," kata Sudani.

"Sejumlah korban, termasuk perempuan dan anak-anak, telah dikubur hidup-hidup di kuburan massal yang tersebar di dalam dan sekitar Sinjar."

Presiden AS Barack Obama, Sabtu lalu, mengatakan bahwa serangan udara AS telah menghancurkan persenjataan ISIS, yang telah menguasai wilayah luas di Irak utara sejak Juni. Persenjataan ISIS itu bisa digunakan untuk menyerang Kurdi Irak. Namun, Obama memperingatkan, tidak ada pemulihan cepat untuk krisis yang mengancam Irak bisa terpecah belah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemimpin politik Irak Kurdi, Masoud Barzani, mendesak sekutu-sekutunya untuk mengirim senjata guna membantu pasukannya dalam menghadap kaum militan ISIS, yang berbasis di perbatasan Suriah. Dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius, Barzani mengatakan, "Kami tidak melawan organisasi teroris, kami memerangi negara teroris."

Dalam sejumlah komentar yang tampaknya untuk menekan Washington agar meningkatkan respons terhadap ISIS, Menteri HAM Sudani mengatakan, "Teroris Negara Islam juga telah merenggut setidaknya 300 perempuan Yazidi sebagai budak dan mengunci beberapa orang dari mereka di sebuah kantor polisi di Sinjar dan memindahkan beberapa orang lainnya ke kota Tal Afar. Kami khawatir mereka akan membawa para perempuan itu ke luar negeri. Dalam sejumlah foto yang kami peroleh, ada foto tentang kematian warga Yazidi yang telah ditembak di kepala, sementara para petempur ISIS bersorak-sorai dan mengacung-acungkan senjata mereka di atas mayat-mayat itu," tambahnya. "Itu merupakan sebuah kekejaman yang keji."

Sebuah tenggat waktu berakkhir pada Minggu tengah hari kemarin terhadap 300 keluarga komunitas Yazidi, penganut agama yang dipengaruhi Zoroastrianisme dari Persia kuno, untuk masuk Islam atau mati. Masih belum jelas apakah para korban yang dirujuk Menteri HAM Irak itu berasal dari kelompok yang tenggat waktunya sudah habis itu.

Halaman:


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X