Pelaku Vandalisme di Gunung Fuji Belum Tentu WNI

Kompas.com - 08/08/2014, 22:27 WIB
Grafiti bertuliskan Indonesia warna oranye di Gunung Fuji, Jepang yang ditayangkan Shizuoka Shimbun. Repro foto oleh Richard Susilo. Repro Shizuoka ShimbunGrafiti bertuliskan Indonesia warna oranye di Gunung Fuji, Jepang yang ditayangkan Shizuoka Shimbun. Repro foto oleh Richard Susilo.
|
EditorErvan Hardoko
TOKYO, KOMPAS.com — Ditemukannya kata "Indonesia" dan tanda panah yang merupakan hasil aksi corat-coret di Gunung Fuji, Provinsi Shizuoka, Jepang, telah beredar sebagai berita tidak hanya di Tanah Air, tetapi juga di Jepang.

Di Jepang, berita ini disiarkan sejumlah media, antara lain di Fuji TV dan fnn-news.com, Jumat (8/8/2014). Menyikapi masalah ini, KBRI Tokyo telah menghubungi Kosaka Ishio, koordinator pengelola Gunung Fuji yang terdaftar di UNESCO sebagai warisan dunia, untuk memperjelas duduk perkara masalah ini.

Ishio mengatakan, terdapat bukti aksi corat-coret di bebatuan Gunung Fuji yang dianggap suci oleh masyarakat Jepang. Namun, Ishio melanjutkan, pihaknya belum mendapatkan bukti kuat bahwa aksi itu dilakukan warga Indonesia.

"Kami masih perlu sedikit waktu," ujar Kosaka Ishio sebagaimana dikutip KBRI Tokyo dalam siaran pers, Jumat (8/8/2014).  

Berdasarkan keterangan dari Kosaka Ishio itu, KBRI Tokyo belum mengambil sikap atau mengeluarkan pernyataan apa terkait aksi vandalisme itu. Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, mengatakan tidak ingin gegabah dalam menangani persoalan itu.


"Jika akan mengeluarkan pernyataan maaf, pernyataan itu perlu dirancang dengan baik, termasuk pilihan untuk kata 'maaf' itu sendiri. Tapi, sebelum itu, duduk persoalannya harus diketahui secara jelas dulu. Kami masih menunggu laporan lebih lanjut dari pihak pengelola Gunung Fuji. Kami akan mengambil langkah secara tepat dan proporsional pada saat yang juga tepat, jika hal itu ternyata nanti memang diperlukan," ujar Yusron.  

Menurut Yusron, jika tidak ditemukan bukti bahwa aksi corat-coret itu dilakukan oleh warga negara Indonesia, permohonan maaf tentu akan menjadi tidak relevan.    

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Suara Bom

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Suara Bom

Internasional
Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Pasien Virus Corona yang Sudah Sembuh | Kampanye Bernie Sanders Diganggu Wanita Telanjang Dada

[POPULER INTERNASIONAL] Cerita Pasien Virus Corona yang Sudah Sembuh | Kampanye Bernie Sanders Diganggu Wanita Telanjang Dada

Internasional
Di Nevada, Wanita Bertelanjang Dada Ganggu Kampanye Bernie Sanders

Di Nevada, Wanita Bertelanjang Dada Ganggu Kampanye Bernie Sanders

Internasional
Hilang di AS, Cincin Wanita Ini Ditemukan di Finlandia 47 Tahun Kemudian

Hilang di AS, Cincin Wanita Ini Ditemukan di Finlandia 47 Tahun Kemudian

Internasional
Berencana Menyerang Masjid, Anggota Sayap Kanan di Jerman Ditangkap

Berencana Menyerang Masjid, Anggota Sayap Kanan di Jerman Ditangkap

Internasional
Geng Kriminal Curi Tisu Toilet di Tengah Wabah Virus Corona

Geng Kriminal Curi Tisu Toilet di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X