Kompas.com - 07/08/2014, 17:46 WIB
Diktator Jerman, Adolf Hitler. BBCDiktator Jerman, Adolf Hitler.
EditorErvan Hardoko
BERLIN, KOMPAS.com — Salah satu "trade mark" Nazi Jerman adalah kumis lucu sang diktator Adolf Hitler. Gaya kumis "sikat gigi" itu sama terkenalnya dengan lambang swastika atau gaya rambut belah pinggir sang diktator.

Namun, muncul pertanyaan mengapa Adolf Hitler memilih gaya kumis seperti itu? Kisah awal kumis lucu itu muncul dalam sebuah mini seri The World Wars yang disiarkan saluran televisi History.

Mini seri yang terdiri dari enam episode ini diawali dengan asal mula pecahnya Perang Dunia I (1914-1918). Salah seorang pelaku dalam perang besar tersebut adalah Adolf Hitler, yang kala itu merupakan anggota Angkatan Darat Jerman berpangkat kopral.

Saat itu, Hitler sudah berkumis. Namun, kumis sang diktator masa depan tersebut tebal melintang, lengkap dengan ujungnya yang sedikit lancip.

Suatu hari, Hitler dan pasukan Jerman lainnya mendapatkan serangan senjata gas beracun dari pihak sekutu. Saat peluru gas itu jatuh di parit pertahanan Jerman, sang komandan memberikan perintah untuk segera mengenakan masker anti-gas.

Kontan saja semua prajurit, termasuk Hitler, cepat-cepat mengenakan masker jika tak ingin nyawa melayang akibat menghirup gas beracun. Namun, akibat kumisnya yang tebal melintang, masker yang dikenakan Hitler tak bisa menutup rapat. Alhasil, Hitler harus menahan napas hingga serangan gas itu berakhir.

Akibat pengalaman nyaris mati itu, Hitler akhirnya membabat hampir sebagian besar kumisnya dan menyisakan sedikit di bagian tengah. Sejak saat itu, Hitler mempertahankan gaya kumisnya yang unik tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Stephen David, produser eksekutif mini seri The World Wars, mengatakan, tim risetnya menemukan fakta bahwa Hitler sudah gemar memelihara kumis tebal melintang sebelum Perang Dunia I pecah. "Kami berusaha untuk serinci mungkin menampilkan fakta dalam mini seri ini," kata David.

Setelah Perang Dunia I berakhir, Hitler mempertahankan gaya kumisnya itu hingga dia merengkuh kekuasaan di Jerman pada 1930-an. Bahkan, gaya kumis unik itu menjadi salah satu ciri paling dikenal dari sosok diktator Adolf Hitler.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.