Ratusan Imigran Afrika Baku Hantam di Calais, 51 Luka

Kompas.com - 05/08/2014, 16:43 WIB
Foto ini diambil pada 28 Mei 2014 ketika kepolisian Perancis mengusir ratusan imigran Afrika yang mendirikan kemah-kemah darurat di sekitar kota Calais. Para imigran ini berencana untuk menyeberangi Selat Channel menuju Inggris. DENIS CHARLET/AFPFoto ini diambil pada 28 Mei 2014 ketika kepolisian Perancis mengusir ratusan imigran Afrika yang mendirikan kemah-kemah darurat di sekitar kota Calais. Para imigran ini berencana untuk menyeberangi Selat Channel menuju Inggris.
EditorErvan Hardoko
PARIS, KOMPAS.com — Puluhan orang terluka setelah baku hantam antara ratusan imigran Afrika yang ingin menyeberang ke Inggris pecah di kota pelabuhan Calais, Perancis, Selasa (5/8/2014).

Pasukan polisi tambahan terpaksa didatangkan untuk menghentikan baku hantam antara kelompok imigran Eritrea dan Sudan yang mengakibatkan 51 orang luka. Satu orang korban bahkan harus diterbangkan ke rumah sakit karena mengalami luka serius di kepala.

"Perkelahian terjadi setelah makan malam dan menyebar di seluruh kawasan pelabuhan. Lalu, perkelahian berlanjut sepanjang malam," kata kepolisian setempat.

Seorang pekerja pelabuhan Calais memperkirakan, sekitar 300 orang imigran terlibat baku hantam yang terjadi hingga Selasa dini hari itu.

Ini adalah kerusuhan kedua di antara para imigran yang mencari kesempatan untuk menyeberangi Selah Channel menuju Inggris. Semalam sebelumnya, 13 orang terluka dalam perkelahian yang melibatkan 150 orang imigran.

Pemerintah Calais mengatakan, jumlah imigran Afrika di Calais terus bertambah hingga 50 persen dalam beberapa bulan terakhir.

Veronique Devise, dari organisasi amal Secours Catholique, mengatakan, situasi di Calais terus memburuk dan bisa meledak setiap saat. "Para imigran ini sudah putus asa. Tak jarang mereka ingin menumpang truk dan langsung menuju Inggris," kata Veronique.

Berdasarkan data pemerintah, sekitar 7.500 orang imigran, sebagian besar berasal dari Afrika, ditahan sejak awal ini dalam upaya mereka menyeberang menuju Inggris.

Pada Mei lalu, kepolisian Perancis mengusir 550 orang dari kamp-kamp darurat di Calais setelah wabah kudis merebak. Namun, pengusiran itu memicu kecaman dari kelompok-kelompok pejuang HAM.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X