Kompas.com - 04/08/2014, 17:54 WIB
Ilustrasi pengadilan. ShutterstockIlustrasi pengadilan.
EditorErvan Hardoko
ABUJA, KOMPAS.com — Seorang remaja perempuan berusia 14 tahun harus menjalani sidang di pengadilan kota Kano, Nigeria utara, setelah dituduh membunuh suaminya yang berusia 35 tahun menggunakan racun.

Wasila Tasi'u, nama remaja itu, juga dituduh membunuh tiga orang lainnya yang menyantap makanan yang sudah dibubuhi racun tikus pada April lalu, sepekan setelah Wasila dipaksa menikahi Umaru Sani.

Polisi setempat mengatakan, Wasila mengaku meracuni Umaru dan kawan-kawannya dalam pesta perkawinan di desa Unguwar Yansoro, 60 kilometer dari kota terbesar kedua Nigeria, Kano.

"Dia melakukan itu karena dipaksa orangtuanya untuk menikahi pria yang tak dicintainya," kata juru bicara Kepolisian Kano, Musa Magaji.

Namun, keterangan polisi ini dibantah kuasa hukum Wasila, Hussaina Aliyu. Dia mengatakan, Wasila hingga kini belum membuat pengakuan yang valid secara hukum.

Hussaina menambahkan, kliennya diperiksa kepolisian tanpa kehadiran orangtua atau kuasa hukumnya. Dengan demikian, semua pernyataannya tak bisa digunakan dalam sidang.

Hussaina Aliyu, yang bekerja untuk Federasi Pengacara Perempuan Internasional (FIDA), berupaya untuk memasukkan kasus ini ke pengadilan anak-anak. Namun, upaya ini digagalkan para pejabat kehakiman Kano.

Pernikahan antara ramaja perempuan dan pria yang lebih tua kerap terjadi di wilayah utara Nigeria, terutama di kawasan pedesaan yang miskin.

Sejak 2000, wilayah utara Nigeria yang mayoritas penduduknya beragama Islam menerapkan syariat Islam. Meski demikian, undang-undang federal Nigeria juga berlaku sehingga membuat sebuah kebingungan sistem hukum.

Salah satunya adalah kasus pernikahan dini yang tidak dilarang dalam syariat Islam, tetapi dianggap ilegal berdasarkan hukum sekuler federal yang juga berlaku di wilayah utara Nigeria.

Isu pernikahan anak-anak menjadi perdebatan hangat di Nigeria selama beberapa tahun terakhir. Perdebatan itu dipicu sebuah proposal yang diajukan anggota parlemen asal wilayah utara yang meminta semua perempuan, berapa pun usianya, jika sudah menikah, maka harus dianggap sebagai orang dewasa.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X