Kompas.com - 04/08/2014, 15:52 WIB
Personel Resimen Artileri ke-16 melepaskan tembakan dari meriam Howitzer 105 milimeter sebagai bentuk penghormatan dalam peringatan 100 tahun pecahnya Perang Dunia I di Wellington, Senin (4/8/2014).
Marty Melville / AFPPersonel Resimen Artileri ke-16 melepaskan tembakan dari meriam Howitzer 105 milimeter sebagai bentuk penghormatan dalam peringatan 100 tahun pecahnya Perang Dunia I di Wellington, Senin (4/8/2014).
EditorErvan Hardoko
BRUSSELS, KOMPAS.com - Para pemimpin dunia, Senin (4/8/2014), memperingati 100 tahun pecahnya Perang Dunia I, sebuah konflik kecil di Balkan yang kemudian menjadi konflik global ketika Jerman menyerang negara netral Belgia pada Agustus 1914.

Di wilayah Pasifik, PM Australia Tony Abbott dan PM Selandia Baru John Key menghormati puluhan ribu tentara kedua negara yang gugur di medan perang Belgia.

"Apa yang dikenal sejarah sebagai Perang Besar ini adalah sebuah peristiwa yang paling menghancurkan dalam sejarah manusia," ujar Abbott.

"Perang ini juga membangkitkan komunisme hingga Nazisme, menjadi bibit Perang Dunia II dan Perang Dingin," tambah Abbott.

Sementara itu di kota Liege, sebuah kota industri di wilayah timur Belgia, keamanan ditingkatkan dan akses menuju pusat peringatan 100 tahun Perang Dunia I diawasi ketat.

Di pusat kota, semua jalan yang mengarah ke lapangan utama dan balai kota Liege, ditutup dan pasukan polisi bersenjata lengkap terlihat di mana-mana.

Raja Belgia, Philippe bersama para tokoh dunia seperti Pangeran William, Raja Spanyol Felipe VI, Presiden Perancis Francois Hollande dan Presiden Jerman Joachim Gauck dikabarkan hadir dalam peringatan ini bersama lebih dari perwakilan 80 negara di dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Liege merupakan kota pertama yang diserang Jerman pada awal Agustus 1914. Pasukan Belgia memberikan perlawanan sengit terhadap pasukan Jerman, sehingga rencana Jerman untuk memenangkan perang dengan cepat, gagal.

Invasi Jerman ke Belgia itu kemudian menyeret Inggris ke dalam perang yang kemudian berlangsung sekitar empat tahun itu.

Akibatnya 10 juta tentara tewas dan 20 juta lainnya terluka. Jutaan warga sipil juga tewas, sejumlah negara runtuh dan peta dunia berubah.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.