Kompas.com - 04/08/2014, 08:45 WIB
Israel membantah melakukan serangan ke sekolah di Rafah. ReutersIsrael membantah melakukan serangan ke sekolah di Rafah.
EditorEgidius Patnistik
JERUSALEM, KOMPAS.COM - Israel mengumumkan akan melakukan gencatan senjata selama tujuh jam pada Senin (4/8/2014) di sebagian besar wilayah Gaza. Pengumuman tersebut disampaikan di tengah kemarahan dunia internasional terkait sebuah serangan mematikan di sebuah sekolah milik PBB di wilayah Palestina itu.

Gencatan senjata sepihak itu, empat minggu setelah pertempuran dengan Hamas yang secara defacto menguasi Gaza, terjadi setelah sejumlah negara berpengaruh dunia mengecam keras serangan yang menewaskan 10 warga Palestina yang berlindung di sekolah itu, saat Israel menarik sejumlah pasukannya dari Gaza.

Militer Israel mengatakan, "jeda kemanusiaan" selama tujuh jam itu akan berlangsung antara pukul 07.00 - 14.00 GMT (atau pukul 14.00 - 21.00 WIB) di seluruh daerah kantong Palestina kecuali di wilayah timur kota Rafah yang terdapat di Gaza selatan, "di mana pertempuran masih berlangsung dan ada kehadiran militer Israel" di sana.

Dalam sebuah pernyataan, tentara Israel memperingatkan bahwa pihaknya akan "menanggapi setiap upaya untuk mengeksploitasi jeda tersebut". Rencana gencatan senjata terbaru itu merupakan yang keenam yang Israel nyatakan sejak awal konfrontasi pada 8 Juli lalu.

Isrel juga mengatakan, penduduk Abasan al Kabira dan Abasan al Saghira, dua desa sebelah timur Khan Yunis di Gaza selatan, sudah bisa pulang ke rumah mulai pukul 05.00 GMT pada hari Senin ini.

Namun, pengumuman Israel itu tidak dipercaya gerakan Islam Hamas. Juru Bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, meminta warga Gaza untuk tetap waspada. "Gencatan senjata sepihak yang diumumkan Israel itu merupakan sebuah upaya untuk mengalihkan perhatian dari pembantaian Israel," kata Zuhri.

Para petugas medis di Gaza mengatakan, lebih dari 1.800 warga Palestina telah tewas oleh serangan Israel sejak konfrontasi itu dimulai pada 8 Juli lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Militer Israel mengatakan, pihaknya pada hari Minggu kemarin menyasar tiga militan Jihad Islam di sebuah sepeda motor "di sekitar sekolah milik UNRWA di Rafah," Gaza selatan.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, menyebut serangan terhadap sekolah yang melindungi sekitar 3.000 warga Palestina yang mengungsi dari rumah mereka karena pertempuran merupakan sebuah "kebiadaban moral dan tindak pidana".

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, mengatakan, Washington "terkejut" oleh serangan itu dan menyerukan sebuah penyelidikan "penuh dan cepat". "Israel harus berbuat lebih untuk memenuhi standarnya sendiri dan menghindari korban sipil," kata Psaki.

Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan, pengeboman sekolah itu "tidak bisa diterima". Ia mendukungan seruan Ban "untuk menuntut mereka yang melakukannya pelanggaran atas hukum internasional itu bertanggung jawab atas tindakan mereka". Namun Hollande tidak menyebutkan siapa yang dia anggap bertanggung jawab.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin pagi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, "Israel tidak mengarahkan serangannya terhadap warga sipil dan memintaa maaf untuk setiap serangan yang tidak dengan sengaja mengorbankan warga sipil." Netanyahu juga tidak secara langsung menyinggung serangan ke sekolah PBB itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.