Kompas.com - 02/08/2014, 03:42 WIB
Sejumlah warga Gaza berjalan di tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel. Kedua pihak bertikai sepakat melakukan gencatan senjata selama 72 jam. Namun, baru beberapa jam gencatan senjata berjalan kedua belah pihak sudah saling melepaskan tembakan. MAHMUD HAMS / AFPSejumlah warga Gaza berjalan di tengah reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel. Kedua pihak bertikai sepakat melakukan gencatan senjata selama 72 jam. Namun, baru beberapa jam gencatan senjata berjalan kedua belah pihak sudah saling melepaskan tembakan.
EditorHindra Liauw

Oleh: Makarim Wibisono

KOMPAS.com - Lebih dari 985 warga Palestina terbunuh di Gaza sejak 7 Juli 2014 dan lebih dari 4.000 warga terluka akibat operasi militer Israel yang disebut Operative Edge.

Sasaran serangan ditujukan ke lebih dari 2.900 target di Gaza. Sebaliknya, jatuh 28 korban warga Israel—dua di antaranya penduduk sipil—akibat serangan lebih dari 2.000 roket dan mortir yang diluncurkan ke sasaran di Israel oleh pejuang Hamas dan Jihad Islamiyah. Lebih dari 73 persen warga Palestina yang terbunuh di Gaza adalah penduduk sipil dan sepertiga di antaranya adalah anak-anak.

Daerah permukiman dan kompleks perumahan ikut jadi target pemboman. Sebagai contoh, Israel melakukan serangan udara pada 21 Juli 2014, melumatkan perumahan di Gaza timur dan 10 anggota keluarga al-Qassas terbunuh. Semuanya penduduk sipil, termasuk enam anak-anak. Tak lama kemudian, serangan meratakan rumah di Gaza pusat, menewaskan 10 orang dewasa dan anak-anak.

Lebih dari separuh penduduk Shujaiya di Gaza timur terpaksa meninggalkan rumahnya dan mengungsi di sekolah-sekolah yang dikelola oleh The United Nations Relief and Work Agency (UNRWA), bergabung dengan 135.000 pengungsi lainnya. Tercatat 120 orang yang tidak ikut meninggalkan rumahnya tewas kejatuhan reruntuhan rumah akibat serangan bom Israel. Keadaan semakin memprihatinkan karena sekolah UNRWA di Maghazi termasuk sasaran serangan udara Israel, padahal sekolah ini menampung 300 pengungsi.

Kondisi sosial ekonomi

Penduduk Gaza sebenarnya telah mengalami tiga kali konflik bersenjata yang membawa banyak korban jiwa, yaitu konflik 2009, 2012, dan 2014. Hal ini menimbulkan tragedi kemanusiaan yang mencemaskan akibat blokade yang berkepanjangan sejak tujuh tahun lalu. Blokade Israel telah melumpuhkan ekonomi Gaza, menimbulkan tingkat pengangguran yang tinggi, dan ketergantungan pada bantuan internasional. Kelangkaan pangan menjadi masalah nutrisi dan kesehatan yang serius, di mana 67 persen kebutuhan pangan penduduk Gaza dipenuhi oleh PBB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi infrastruktur yang minimal di Gaza diperburuk rangkaian serangan Israel, baik dari udara maupun pemboman lewat kapal perang yang merapat di pantai Gaza. Akibatnya, saluran air bersih dan fasilitas sanitasi bagi 1,2 juta penduduk Gaza rusak parah. Aliran listrik hanya menyala 4 jam sehari. Kalau gencatan senjata tidak segera terjadi, diperkirakan akan memperparah fasilitas aliran listrik dan infrastruktur lain yang ada di Gaza.

Tanggapan internasional

Pemerintah Israel selalu mengungkapkan, aksi militernya adalah usaha melindungi warganya dari serangan roket yang diluncurkan Hamas dan Jihad Islamiyah dari Gaza. Alasan ini dipertanyakan validitasnya karena status Israel sebagai penguasa pendudukan yang menduduki wilayah lain dan jumlah korban dari aksi bela diri Israel kebanyakan penduduk sipil, termasuk anak-anak dan perempuan.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.