Kompas.com - 01/08/2014, 21:39 WIB
EditorErvan Hardoko
GAZA CITY, KOMPAS.com — Jarum jam menunjukkan pukul 14.30. Warga di Jalan Al-Jalla, Gaza, ramai membicarakan rencana serangan udara Israel. Sasarannya adalah sebuah bangunan bertingkat di jantung kota Gaza.

Anak-anak berkumpul di balkon-balkon bangunan. Para pemuda berkumpul di persimpangan jalan, sementara beberapa orang lainnya meletakkan batu dan ban bekas untuk menghalangi jalan yang melintasi gedung yang akan menjadi sasaran.

Seorang pria yang hanya mengenakan kaus dalam berperan sebagai polisi lalu lintas, mengarahkan pengguna jalan untuk mengubah arah kendaraan mereka. Mobil-mobil berhenti, mata mereka tak berkedip memandang gedung naas yang sesaat lagi akan hancur.

Beberapa menit sebelumnya, militer Israel menelepon putra Bashir al-Ramlawi (58), pemilik dari gedung yang akan menjadi sasaran. Bagaimana militer Israel mendapatkan nomor telepon pemuda tersebut, hal itu masih menjadi misteri.

Suara di ujung lain telepon itu memerintahkan pemuda tersebut mengevakuasi keluarganya karena gedung itu akan menjadi sasaran serangan udara.

Seusai menerima telepon itu, pemuda tersebut dengan panik memanggil sang ayah yang kemudian meminta semua anggota keluarganya yang berjumlah 35 orang untuk meninggalkan gedung itu dan mencari tempat aman.

Para tetangga mungkin melihat keluarga Al-Ramlawi berlarian meninggalkan kediamannya, atau mungkin juga putra Al-Ramlawi menghubungi kawan-kawannya, yang jelas kabar serangan itu menyebar dengan cepat dan dengan segera semua warga di jalan Al-Jalla mengetahui akan datangnya serangan Israel itu.

Menanti

Warga kemudian menunggu detik-detik jatuhnya bom dari langit Gaza. Tiba-tiba, sebuah ledakan keras terdengar diikuti kepulan asap mirip cendawan. Gedung tempat keluarga Al-Ramlawi sudah diserang. Namun, warga sudah mafhum, serangan ini baru "menu" pembukaan.

Beberapa menit kemudian, sebuah bom jatuh dari langit menghantam gedung tersebut. Sekali lagi asap membubung, menyelubungi jalanan di bawahnya. Bom ketiga kemudian menghantam, dan gedung itu masih berdiri.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.