MK Uganda Batalkan Undang-undang Anti-Homoseksual

Kompas.com - 01/08/2014, 20:16 WIB
Ilustrasi. BBCIlustrasi.
EditorErvan Hardoko
KAMPALA, KOMPAS.com - Mahkamah Konstitusi Uganda, Jumat (1/8/2014), membatalkan undang-undang anti-gay yang banyak dikecam para aktivis HAM dan dunia internasional.

Dalam keputusannya, hakim mahkamah konstitusi memutuskan undang-undang itu "batal demi hukum" karena proses pengesahannya bertentangan dengan konstitusi ketika disahkan pada Desember lalu di saat anggota parlemen tidak memenuhi kuorum.

"Keadilan sudah ditegakkan. Kita menang," kata Nicholas Opiyo, pengacara yang mengajukan peninjauan kembali undang-undang itu ke mahkamah konstitusi.

Meski sudah menang di mahkamah konstitusi bukan berarti masalah undang-undang kontroversial ini berhenti. Para pendukung undang-undang ini menyatakan segera mengajukan banding ke Mahkamah Agung Uganda.

Selain itu, para politisi masih bisa kembali mengusulkan undang-undang serupa lewat parlemen meski prosesnya akan memakan waktu lama. Undang-undang yang dibatalkan mahkamah konstitusi ini membutuhkan waktu empat tahun sebelum disahkan.

Meski demikian para aktivis hak-hak kelompok gay sudah merayakan kemenangan "sementara" ini. "Saya bukan lagi kriminal. Hari ini kami telah mencatatkan sejarah untuk generasi mendatang," kata Kasha Jacqueline, seorang aktivis hak-hak gay ternama Uganda.

Undang-undang yang, disahkan pelaksanaannya oleh Presiden Yoweri Museveni pada Februari lalu itu,  mengatakan bahwa kelompok homoseksual harus dihukum penjara seumur hidup dan mewajibkan warga Uganda untuk melaporkan praktik homoseksualisme.

 



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X