Kompas.com - 31/07/2014, 05:23 WIB
Seorang warga melintas di depan RS Donka di ibu kota Guinea, Conakry. Negeri Afrika Barat itu sedang dalam kewaspadaan tinggi menghadapi wabah ebola yang sudah menyebar hingga ke ibu kota. CELLOU BINANI / AFPSeorang warga melintas di depan RS Donka di ibu kota Guinea, Conakry. Negeri Afrika Barat itu sedang dalam kewaspadaan tinggi menghadapi wabah ebola yang sudah menyebar hingga ke ibu kota.
Penulis Hindra Liauw
|
EditorHindra Liauw

WASHINGTON, KOMPAS.com - Dua relawan US Peace Corps telah diisolasi dan berada di bawah pengawasan setelah terpapar oleh seseorang yang meninggal akibat virus ebola.

"Dua relawan Peace Corps telah melakukan kontak dengan individu yang kemudian meninggal akibat virus ebola," kata juru bicara US Peace Corps, Rabu (30/7/2014).

Juru bicara yang tak disebut namanya ini mengatakan, kedua relawan tersebut tidak menunjukkan gejala apa pun.

Saat ini, keduanya segera kembali ke Amerika Serikat setelah mendapatkan izin untuk bepergian. Sebelumnya, lembaga kemanusiaan ini mengatakan telah menarik 340 relawannya dari Liberia, Guinea, dan Sierra Leone.

Pada awal Juli, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), melaporkan, telah ditemukan 50 kasus baru dengan 25 korban tewas akibat terserang virus ebola di Liberia, Guinea, dan Sierra Leone.

Dalam sebuah pernyataan, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu mengatakan, jumlah kasus yang direkam kementerian kesehatan di tiga negara itu memperlihatkan 844 kasus dengan 518 orang tewas akibat wabah ebola sejak kemunculannya pada Februari lalu.

Kementerian Kesehatan Guinea melaporkan, dua orang tewas sejak 3 Juli, tetapi tidak ada kasus baru dalam minggu-minggu ini. WHO juga mengatakan, Sierra Leone menemukan 34 kasus baru dan 14 orang tewas, sedangkan Liberia melaporkan 16 kasus baru dengan 9 orang tewas akibat virus berbahaya itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Jumlah itu menunjukkan bahwa penularan aktif berantai sedang berlangsung di masyarakat,” kata juru bicara WHO, Fadela Chaib, dalam jumpa pers di Geneva, Swiss, awal Juli.

Baca tentang


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X