Kompas.com - 23/07/2014, 18:22 WIB
EditorErvan Hardoko

CANBERRA, KOMPAS.com — Pemerintah Filipina mendeportasi Musa Cerantonio, ulama terkemuka Australia yang mendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Musa Cerantonio tiba di Melbourne, Rabu (23/7/2014) pagi, dan melenggang bebas begitu tiba di bandara.

Cerantonio, yang berada di bawah pengawasan polisi Filipina sejak Februari 2014, ditangkap di pusat kota Lapu-Lapu dua pekan lalu.

Seorang Juru Bicara Departemen Kejaksaan Agung Australia sebelumnya mengatakan, Cerantonio dapat terhindar dari hukuman karena tidak ditemukan bukti telah melanggar undang-undang Australia.

Namun, dia mengatakan, kegiatan Cerantonio akan terus dipantau di Australia. "Polisi Federal Australia (AFP) tetap melakukan penilaian materi yang dipublikasikan di media sosial untuk menentukan, apakah itu mungkin melanggar hukum federal."

Dibesarkan sebagai seorang Katolik, Musa Cerantonio memeluk Islam saat berusia 17 tahun dan belakangan aktif di media online dengan berbagai tulisan yang mendukung jihad.

Sebuah laporan terbaru dari Pusat Internasional untuk Studi Radikalisasi melukiskan Cerantonio sebagai "otoritas spiritual" penting bagi para pejuang asing di Irak dan Suriah. Namun, tidak ada bukti ia memfasilitasi kedatangan pejuang tersebut ke negara-negara itu. Disebutkan, satu dari empat pejuang asing mengikuti akun Twitter-nya.

Awal bulan Juli 2014 ini, Musa Cerantonio mengemukakan bahwa ia akan pergi ke Suriah untuk bergabung dengan para pejuang Negara Islam—yang sebelumnya dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)—yang memulai perjalanan mereka untuk menduduki ibu kota Irak pada awal Juni.

"Dia berada di sini sepanjang waktu," kata inspektur polisi Filipina Conrad Capa.

Musa Cerantonio juga mengunggah komentar di Twitter untuk mendukung Abu Bakr Al-Baghdadi, pemimpin Negara Islam, yang menyatakan sebuah pemerintahan Islam yang meliputi wilayah Irak dan Suriah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.