Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/07/2014, 17:26 WIB
EditorErvan Hardoko
GENEVA, KOMPAS.com — Ketua Dewan HAM PBB Navi Pillay, Rabu (23/7/2014), mengatakan, aksi militer Israel di Jalur Gaza bisa dianggap sebagai sebuah kejahatan perang. Namun, Pillay juga mengecam serangan roket Hamas ke wilayah Israel.

"Terdapat kemungkinan kuat bahwa hukum internasional telah dilanggar dalam sebuah perilaku yang bisa mengarah ke kejahatan perang," kata Pillay.

Kejahatan perang itu, lanjut Pillay, terjadi karena serangan Israel menewaskan warga sipil dan anak-anak Palestina. Namun, Pillay juga menegaskan bahwa warga dan anak-anak Israel memiliki hak untuk hidup tenang tanpa dirundung ketakutan akan serangan roket Hamas.

Dewan HAM PBB yang beranggotakan 46 negara itu berencana untuk menyerukan penyelidikan internasional terkait serangan Israel di Jalur Gaza.

Pertemuan khusus Dewan HAM PBB itu diserukan negara-negara Arab dan negara-negara Islam dan ditujukan untuk melakukan voting terhadap resolusi yang dimasukkan Palestina—yang berstatus negara pengamat di PBB.

Resolusi usulan Palestina itu berisi kecaman atas serangan sistematis dan menyeluruh terhadap HAM dan kebebasan mendasar sejak Israel menggelar serangannya untuk menghentikan serangan roket dari Gaza.

Resolusi itu juga berisi seruan agar dunia internasional segera mengirimkan komisi internasional dan independen ke Gaza untuk menyelidiki pelanggaran HAM dan hukum internasional di wilayah pendudukan Israel di Palestina, termasuk di Jerusalem timur, lebih khusus lagi di Jalur Gaza.

Serangan Israel ke Gaza, yang merupakan konflik terburuk dibanding dua bentrokan serupa pada 2009 dan 2012, sudah menewaskan hampir 650 orang Palestina dan 31 orang warga Israel.

"Hak rakyat Palestina untuk melawan pendudukan Israel tidak bisa menjadi pembenar peluncuran ribuan roket dan mortir ke arah warga sipil Israel," kata pengawas Dewan HAM PBB untuk Timur Tengah, Makarim Wibisono.

"Namun, serangan roket itu juga tak bisa membenarkan serangan besar-besaran Israel dari darat, laut, dan udara terhadap 1,7 juta jiwa orang yang terjebak di salah satu kawasan paling padat di dunia itu," tambah Wibisono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com