Lintasi Bendungan, Buaya Besar Dekati Permukiman di Australia Barat

Kompas.com - 23/07/2014, 16:36 WIB
Buaya Air Asin. ABC AustraliaBuaya Air Asin.
EditorErvan Hardoko

PERTH, KOMPAS.com - Seekor buaya air asin berukuran besar dan berbahaya menampakkan diri di sebuah danau dekat dengan kota Kununura, Australia Barat setelah berhasil melewati dinding sebuah bendungan.

Pihak berwenang mengatakan ini adalah pertama kalinya dalam beberapa tahun seekor buaya air asin mengunjungi danau populer, daerah tempat ratusan buaya air tawar yang relatif tidak berbahaya.

Seorang penduduk Kununurra memotret hewan buas itu dekat Bendungan Calton, Rabu (23/7/2014). Petugas Department of Parks and Wildlife, Matt Byers mengatakan ukuran buaya yang amat besar sangat mengkhawatirkan dan pihak berwenang berusaha memindahkannya dari jalur air tersebut.

"Kami yakin panjang buaya itu 2,5 sampai 3 meter. Binatang seukuran itu dapat menimbulkan resiko besar pada manusia," kata Myers.


Sementara buaya yang terlihat di sungai dan jalur air terpencil umumnya tidak diganggu. Namun, Danau Kununurra terletak di "wilayah lintasan berisiko" di mana semua buaya air asin harus dipindahkan atau dibunuh.

Matt Byers mengatakan pawang buaya suku Aborigin setempat akan membantu untuk menemukan dan menangkap buaya itu secepat mungkin. Waktunya tidak biasa untuk buaya-buaya berkeliaran di daerah Kimberley tersebut.

Biasanya selama bulan-bulan musim kemarau yang lebih dingin, hewan-hewan itu tinggal di satu daerah dan jarang menampakkan diri. Warga setempat yang melihat buaya itu diminta untuk segera menghubungi Departemen Parks and Wildlife dan jika mungkin, memotret dari jarak yang aman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X